Senin, 06 Juli 2026

Kapolres Minut Pimpin Anev PJU Dan Kapolsek Jajaran

Airmadidi, Humas Polres Minut - Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., memimpin analisa dan evaluasi kinerja PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Minut bertempat di Lobby Polres Minut, Senin (6/07/2026) .

Kegiatan dihadiri oleh Wakapolres Kompol Thely Mawidingan, S.E., seluruh PJU, para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek Jajaran .

Dalam arahannya, Kapolres mengevaluasi 3 aspek utama antara lain, Kamtibmas, Pelayanan Publik, serta internal organisasi, Kapolres menekankan pentingnya kecepatan respon laporan Call Center 110, penyelesaian kasus, serta kegiatan problem solving di jajaran Polsek .

"Evaluasi ini dilaksanakan, guna mengukur sejauh mana kita bekerja, apa yang sudah baik kita tingkatkan, yang kurang segera kita perbaiki, target kita, zero komplain masyarakat," tegas AKBP Auliya .

Kapolres juga memberi apresiasi kepada Polsek yang capaian laporannya baik dan menginstruksikan Polsek yang masih rendah untuk segera berbenah .

Anev ditutup dengan sesi tanya jawab dan penekanan, agar seluruh perintah diteruskan sampai ke tingkat Bhabinkamtibmas .

Minggu, 05 Juli 2026

Warga Buat Keributan, Tim URC Polres Minut Datangi TKP Di Perum Cherry Land Talawaan

Airmadidi, Humas Polres Minut - Tim URC Polres Minahasa Utara dibawah pimpinan IPDA Kelvin S.R. Situmorang, S.Kom, CF bergerak cepat mendatangi TKP Di Perum Cherry Land, Desa Talawaan, Kec. Talawaan, Sabtu (4/07/2026) .

Keributan dipicu oleh NB warga Perum Cherry Land yang sudah dalam keadaan mabuk membuat onar dan mengganggu kenyamanan warga sekitar, mendapat laporan dari warga melalui Call Center 110, Tim URC yang dipimpin oleh IPDA Kelvin S.R. Situmorang, S.Kom., langsung mendatangi TKP kurang dari 10 menit .

Setibanya di TKP, petugas mengamankan pelaku dan menenangkan warga, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Minahasa Utara untuk dimintai keterangan dan pembinaan .

"Begitu ada laporan, Tim URC wajib 24 jam merespon cepat, kami amankan pelaku, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan situasi kembali kondusif," ujar Kasihumas Polres Minahasa Utara IPDA Iskandar Mokoagow .

Kapolres Minahasa Utara AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., menegaskan, Tim URC akan terus melaksanakan Patroli wilayah dan merespon setiap laporan masyarakat, "Jangan ragu lapor ke Call Center 110, Polri hadir untuk menjaga Kamtibmas tetap aman," ujarnya .

Sabtu, 04 Juli 2026

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global dan Era Digital

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-35, Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan Ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7).

Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Para lulusan akan kembali ke satuan masing-masing sebagai calon pemimpin yang diharapkan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

“Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Wakapolri.

Pendidikan tahun ini juga memperkuat kolaborasi lintas institusi. Program Sespimti diikuti 47 peserta Polri, delapan peserta TNI, serta dua peserta dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sementara Sespimmen diikuti peserta Polri, TNI, serta dua peserta mancanegara dari Timor Leste sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman kepemimpinan.

Dalam amanatnya, Wakapolri mengingatkan bahwa situasi global masih dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang, serta persaingan antarnegara yang berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, hingga perekonomian dunia. Kondisi tersebut juga memberikan pengaruh terhadap Indonesia sehingga membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Menurut Wakapolri, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan agar berbagai program pemerintah, mulai dari swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik.

Selain tantangan global, perkembangan teknologi juga mengubah lanskap keamanan. Kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) oleh pelaku kejahatan menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.

Karena itu, Wakapolri meminta seluruh lulusan meningkatkan kompetensi digital melalui penguasaan AI, analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT) agar mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data.

“Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” tegasnya.

Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme masih terus berkembang, khususnya melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Sepanjang 2023 hingga 2026, Polri berhasil melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris serta mempertahankan zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh jajaran tidak boleh lengah terhadap berkembangnya radikalisme digital maupun fenomena Nihilistic Violent Extremism. Penguatan deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, serta pengawasan ruang siber harus terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Mengutip pesan Presiden Republik Indonesia pada Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menekankan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat. Hal tersebut selaras dengan hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis kinerja Polri akan semakin baik.

“Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Setiap tindakan, keputusan, dan sikap saudara akan mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, serta hadir memberikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pesan Wakapolri.

Pada kesempatan tersebut, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. (Sespimti), Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diraih Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. (Sespimmen) dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H. (SPPK), sementara AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M. meraih Sanyata Sumanasa Wira Pratama pada kategori Sespimma.

Mengakhiri amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan menjadikan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sebagai modal untuk memperkuat institusi, mempererat sinergi, serta terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menghadapi tantangan masa depan.

Melalui Problem Solving, Piket SPKT Polres Minut Selesaikan Masalah Warga

Airmadidi, Humas Polres Minut - Piket SPKT Polres Minut dibawah pimpinan Pamapta A IPDA Damar, kembali menunjukkan pelayanan humanis dengan menyelesaikan permasalahan warga melalui metode problem solving, Jum,at (3/07/2026) .

Permasalahan berawal dari laporan dari bapak verdi warga desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan, terkait perselisihan dengan tetangga kaitan terjadinya salah paham antara anak dari bapak verdi dan tetangganya, menindak lanjuti laporan, Piket SPKT dipimpin oleh Pamapta A langsung turun ke TKP .

Kedua belah pihak kemudian dipertemukan di ruang SPKT Polres Minut, dengan pendekatan kekeluargaan petugas memfasilitasi dengan cara mediasi, setelah berdiskusi, kedua belah pihak, sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan penyelesaian masalah diatas materai . 

"Problem Solving adalah wujud Polri, hadir sebagai penengah, kami utamakan solusi yang adil, agar masalah warga tidak berlarut dan tetap menjaga silaturahmi," ujar Pamapta A IPDA Damar .

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., mengapresiasi kinerja Piket SPKT, "Terima Kasih kepada personel yang cepat dan tanggap atas laporan dari masyarakat, ini implementasi Polri presisi, dekat dan dicintai oleh masyarakat," ujarnya .

Pihak yang berselisih mengucapkan terima kasih kepada Polisi, "masalah kami terselesaikan dengan baik, terima kasih pak polisi sudah bantu memediasi, kata bapak verdi .