Kamis, 06 Agustus 2026

Respons Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Jagung di Desa Suwaan, Polsek Airmadidi Imbau Warga Cegah Karhutla

Airmadidi, Humas Polres Minut – Kepolisian Sektor (Polsek) Airmadidi bergerak cepat mengatasi insiden kebakaran lahan perkebunan jagung yang terjadi di Desa Suwaan, Jaga 2, Kecamatan Kalawat, pada Rabu malam (5/8/2026).

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Arce Singal (48) dan Adel Lolong (47), peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 WITA. Saat keduanya sedang berada di dalam rumah, mereka mendengar bunyi percikan api dari arah luar.

Ketika keluar untuk melakukan pengecekan, para saksi mendapati sebuah sabuah (pondok/gubuk perkebunan) yang berdekatan dengan rumah mereka telah dilalap si jago merah. Mengetahui hal tersebut, saksi langsung menghubungi pihak Kepolisian setempat, setibanya anggota Polsek Airmadidi dilokasi langsung berinisiatif memadamkan api menggunakan peralatan seadanya guna mencegah rambatan api yang lebih luas.

Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian menduga penyebab terjadinya kebakaran berasal dari api tungku di dalam sabuah yang lupa dimatikan oleh pemiliknya saat ditinggalkan.

Menyikapi kejadian ini, Polsek Airmadidi mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat agar lebih waspada, terutama mengingat faktor cuaca kemarau dan angin kencang yang dapat membuat titik api sekecil apa pun merambat dengan sangat cepat.

Guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali, pihak kepolisian merekomendasikan tiga langkah antisipasi penting bagi masyarakat:
1. Hindari Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan: Masyarakat dilarang keras membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Selain itu, hindari membakar sampah tanpa pengawasan, karena hembusan angin kencang dapat menerbangkan bara api ke area yang mudah terbakar.
3. Waspada Buang Puntung Rokok: Pastikan puntung rokok telah dimatikan sepenuhnya sebelum dibuang. Jangan pernah membuang puntung rokok yang masih menyala ke area rumput atau ilalang kering.
4. Tingkatkan Kewaspadaan dan Cegah Kelalaian: Pastikan mematikan seluruh sumber api (tungku, kompor, atau perapian) sebelum meninggalkan rumah maupun sabuah perkebunan. Kelalaian kecil dapat memicu kerugian material yang besar bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Kepolisian berharap masyarakat dapat terus bersinergi dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila melihat adanya potensi titik api atau gangguan Kamtibmas lainnya di lingkungan sekitar.

Polda Sulut Perkenalkan Face Recognition Terintegrasi Data KTP, Siap Amankan TIFF Tomohon 2026

MANADO, Humas Polda Sulut - Polda Sulawesi Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memperkenalkan teknologi Face Recognition yang terintegrasi dengan data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Perangkat ini akan dimanfaatkan untuk mendukung proses identifikasi, penyelidikan tindak pidana, sekaligus memperkuat pengamanan berbagai agenda berskala nasional dan internasional.

Teknologi tersebut hadir dalam bentuk perangkat portabel yang dilengkapi kamera 360 derajat dan didukung jaringan internet satelit Starlink. Dengan dukungan tersebut, sistem tetap dapat beroperasi secara optimal meski berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi mengatakan, perangkat tersebut merupakan bantuan dari Bareskrim Polri untuk meningkatkan kemampuan Unit Identifikasi (Inafis) dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Unit Identifikasi Polda Sulawesi Utara telah menerima dukungan peralatan baru dari Bareskrim Polri berupa sistem Face Recognition dan perangkat internet portabel Starlink," ujar Suryadi usai peluncuran di Mapolda Sulut, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, sistem Face Recognition mampu mengenali wajah seseorang secara cepat, kemudian mencocokkannya dengan basis data kependudukan sehingga identitas dapat ditampilkan secara otomatis pada layar komputer.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi, melacak, serta mengidentifikasi pelaku tindak pidana, residivis, Daftar Pencarian Orang (DPO), hingga individu yang dicurigai.

"Ketika kamera merekam wajah seseorang yang melintas, sistem akan secara otomatis mencocokkan data dan menampilkan identitas yang bersangkutan," jelasnya.

Selain perangkat pengenal wajah, Polda Sulut juga memperoleh perangkat Starlink portabel yang berfungsi menjaga kestabilan koneksi internet saat petugas bertugas di daerah blank spot atau wilayah dengan sinyal yang terbatas.

Teknologi ini dijadwalkan menjalani uji coba perdana pada ajang Tournament of Flowers (TIFF) Tomohon 2026 yang berlangsung pada 7–12 Agustus 2026. Perangkat akan ditempatkan di pintu masuk tamu VVIP sebagai bagian dari sistem pengamanan, mengingat kegiatan tersebut akan dihadiri perwakilan dari 10 negara.

Kombes Pol Suryadi menegaskan, pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta maupun tamu internasional.

"Dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Informasi yang disampaikan masyarakat, tetap dibutuhkan sebagai pelengkap kemampuan teknologi yang dimiliki kepolisian," pungkasnya.

Polda Sulut Kerahkan Helikopter Polri Pantau Karhutla Gunung Soputan, Pastikan Titik Api Padam

MANADO, Humas Polda Sulut - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

"Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali," ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.

Rabu, 05 Agustus 2026

Antisipasi Dampak El Nino, Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Minut Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana

Airmadidi, Humas Polres Minut – Guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) bersama jajaran TNI, Polri, dan Basarnas menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di halaman Mapolres Minahasa Utara, Selasa (4/8/2026).

Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Minut, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dengan didampingi oleh Wakapolres Minahasa Utara, Kompol Thely Mawidingan, S.E.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Joune Ganda membacakan amanat Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. Kapolda menegaskan bahwa penanganan bencana harus bergeser pada langkah mitigasi proaktif yang terpadu dan tidak terhalang batas birokrasi.

Kapolda Sulut menginstruksikan sejumlah langkah taktis utama, di antaranya:
1. Penerapan Zero Burning: Pengawasan ketat pada titik rawan dan penindakan tegas terhadap pembukaan lahan dengan cara dibakar.
2. Pengaktifan Satgas Pangan: Berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan rantai distribusi logistik.
3. Pengamanan Sumber Air: Menjamin ketersediaan air minum masyarakat, termasuk penyiapan sumur bor komunal jika diperlukan.
Usai memimpin apel, Bupati Joune Ganda secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kelestarian Gunung Klabat sebagai sumber cadangan air utama bagi warga Minahasa Utara. Ia meminta pengawasan ketat terhadap aktivitas pendakian untuk mencegah kebakaran.

"Jangan sampai ada pendaki yang lalai, seperti membuat api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu, masyarakat harus membiasakan diri menghemat penggunaan air bersih dan saling mengingatkan tetangganya agar terhindar dari potensi kelalaian pemicu kebakaran," tegas Bupati Joune.

Selasa, 04 Agustus 2026

​Antisipasi Dampak El Nino, Pemprov Bersama TNI-Polri Gelar Apel Tanggap Bencana di Polda Sulut

​MANADO, Humas Polda Sulut - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Presisi Polda Sulawesi Utara, Selasa (4/8/2026).

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, pimpinan instansi vertikal terkait lainnya,Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono serta para PJU Polda.

​​Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pelaksanaan apel ini merupakan bukti konkret komitmen strategis bersama dan langkah taktis dalam menyiagakan personel serta sarana-prasarana penanggulangan bencana secara simultan.

​"Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk bersiap menghadapi potensi, melainkan menghadapi realitas yang sudah ada di depan mata. Berdasarkan data ilmiah terkini dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara saat ini telah resmi memasuki fase El Nino dengan intensitas kuat hingga sangat kuat," ujar Gubernur Yulius Selvanus.

​Gubernur menambahkan, penurunan curah hujan yang drastis di bawah normal telah memicu kemarau panjang yang mengancam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia, seluruh jajaran diminta untuk bergerak proaktif, menanggalkan sekat birokrasi, dan menggeser paradigma penanganan bencana dari responsif saat krisis menjadi mitigasi preventif yang masif.

​​Menurutnya, dampak fenomena El Nino di Sulawesi Utara telah menyentuh beberapa aspek krusial, yaitu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan vegetasi yang ekstrem telah memicu titik panas (hotspot), dimana Karhutla tercatat telah melahap puluhan hektar lahan perkebunan warga dan vegetasi hutan di beberapa wilayah Sulut, yang berisiko merembet ke pemukiman.

​Penurunan debit air baku mengancam ketersediaan air bersih warga serta memicu kekeringan lahan pertanian yang berujung pada risiko gagal panen. Potensi inflasi akibat terganggunya rantai pasok bahan pangan pokok, serta risiko transmisi penyakit akibat keterbatasan sanitasi air bersih.

​​Untuk memastikan rencana kontinjensi berjalan efektif di lapangan, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan arahan kepada seluruh satgas dan pasukan.

"BMKG, BPBD, dan kepolisian wajib menyinergikan pemantauan hotspot secara real-time. Hentikan dan atasi segala bentuk pembukaan lahan dengan cara membakar di seluruh pelosok desa/kelurahan, pastikan alutsista, armada pemadam, mobil tangki air, sarana medis, hingga alat berat dalam kondisi siap 100%. Komando di lapangan harus satu garis, responsif, dan tanpa sekat birokrasi," ujar Gubernur.

​Gubernur juga menginstruksikan agar mengoptimalkan Satgas Pangan bersama Perum Bulog untuk menjaga stok beras dan stabilitas harga. Dinas PUPR, BPBD, dan PDAM diminta memprioritaskan pasokan air bersih melalui armada tangki gratis serta pembuatan sumur bor komunal di titik rawan.

Ia meminta jajaran Ditreskrim Polda Sulut, Gakkum LHK, dan Kejaksaan Tinggi melakukan pengawasan ketat serta menindak tegas oknum maupun korporasi yang sengaja membakar hutan/lahan demi kepentingan pribadi.

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Tim Patroli Pantera Polres Minut Urai Kepadatan dan Bantu Warga di Bundaran Airmadidi

Airmadidi, Humas Polres Minut – Dalam rangka memberikan pelayanan prima dan menjaga rasa aman di tengah masyarakat, Tim Patroli Pantera Polres Minut melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di kawasan Bundaran Airmadidi, pada Senin (3/8/2026) pagi.

Kawasan Bundaran Airmadidi yang merupakan salah satu titik persimpangan vital di wilayah Minahasa Utara ini terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan. Kepadatan didominasi oleh mobilitas warga yang hendak memulai aktivitas di awal pekan, baik yang berangkat menuju tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, maupun yang menuju ke pasar.

Merespons kondisi tersebut, personel Tim Patroli Pantera Polres Minut dengan sigap turun ke lapangan untuk mengurai kemacetan dan mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas. 

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, personel kepolisian juga tampak bersiaga di pinggir jalan untuk membantu warga menyeberang. Dengan humanis, anggota Tim Patroli Pantera membantu para pelajar, pekerja, hingga lansia membelah padatnya arus lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan.

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, SIK, M.Si melalui Kasi Humas Iptu Steven Surentu menyampaikan bahwa kegiatan Gatur Lantas ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan kemacetan.

"Kehadiran personel Tim Patroli Pantera di lapangan pada jam sibuk adalah bentuk nyata pelayanan Polri. Kami tidak hanya mengurai kemacetan agar arus lalu lintas tetap mengalir lancar, tetapi juga memastikan keselamatan pejalan kaki yang beraktivitas di sekitar Bundaran Airmadidi," tegasnya.

Melalui kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas yang rutin dan terukur ini, Polres Minut berharap dapat terus menekan angka pelanggaran dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Minahasa Utara.