Jumat, 07 Agustus 2026

​Polda Sulut Terjunkan 520 Personel Gabungan Amankan Agenda Internasional TIFF 2026 di Tomohon

​MANADO, Humas Polda Sulut - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan jalannya perhelatan internasional Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang digelar di Kota Tomohon.

Sebanyak 520 personel gabungan dari Polda Sulut hingga jajaran Polres dikerahkan guna menjamin kelancaran, keamanan, dan ketertiban selama agenda pariwisata tersebut berlangsung.

​Kesiapan pengamanan ini tertuang dalam Surat Perintah Kapolda Sulut. Pengamanan resmi diberlakukan mulai Sabtu, 8 Agustus 2026.

​Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menegaskan bahwa pihak kepolisian telah memetakan skema pengamanan secara menyeluruh, mulai dari pengawalan tamu VVIP/VIP negara sahabat, pengamanan rute parade, panggung utama, hingga pengaturan arus lalu lintas di wilayah Tomohon dan sekitarnya.

​"Polda Sulawesi Utara bersama Polres Tomohon dan jajaran siap menyukseskan serta mengamankan agenda internasional Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Ratusan personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis, baik untuk pengamanan terbuka, tertutup, pengawalan kontingen dari berbagai negara sahabat, hingga rekayasa lalu lintas," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, Jumat (7/8/2026).

​Lebih lanjut, Kabid Humas menjelaskan bahwa ketersediaan personel pengamanan melibatkan pelbagai satuan kerja (Satker) polda, mulai dari Satuan Brimob, Dit Samapta, Dit Lantas, Dit Pamobvit, Dit Intelkam, Dit Reskrimum, Dit Reskrimsus, Bid Dokkes, hingga Bintara pendamping negara peserta (Liaison Officer).

​"Pengamanan ini dibagi dalam beberapa ring pengamanan. Untuk area panggung utama, panggung VIP, lokasi start hingga finish di Stadion Babe Palar, hingga 17 jalur simpul jalan utama di Tomohon, semuanya sudah diploting personel penanggung jawab (Padal) demi mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan kamtibmas," jelasnya.

​Tak hanya itu, Polda Sulut juga menyiapkan tim medis dari Bid Dokkes dan tim Satbrimob dalam rangka sterilisasi, guna mengantisipasi segala bentuk kontinjensi. Personel juga disebar untuk melakukan pengamanan melekat bagi delegasi dan negara tamu peserta festival.

​"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, baik warga Kota Tomohon maupun para wisatawan domestik dan mancanegara, untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menyukseskan perhelatan TIFF 2026 agar berjalan aman, nyaman, dan kondusif," imbau Kabid Humas.

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Soputan

MINAHASA, Humas Polda Sulut - Personel Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara bersama unsur TNI dan instansi terkait melaksanakan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di lereng Gunung Soputan. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan hutan maupun permukiman warga.

Dalam proses pemadaman, personel gabungan berjibaku memadamkan titik-titik api dengan peralatan yang tersedia serta melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang terdampak.

Medan yang terjal dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri, namun tidak mengurangi semangat personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama di musim kemarau, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api.

"Polda Sulawesi Utara berkomitmen mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pelibatan personel di seluruh jajaran, sesuai tugas pokok dan fungsi kepolisian serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan instansi terkait lainnya," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.

Personel Polri melaksanakan langkah-langkah pencegahan, patroli di wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, serta membantu proses pemadaman apabila terjadi karhutla.

Selain itu, Polri juga melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas. Sinergi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah dampak karhutla terhadap kesehatan, ekonomi, dan keselamatan masyarakat," pungkas Kabid Humas.

Respons Cepat, Polres Minahasa Utara Dan Polsek Kauditan Berhasil Redam Kericuhan Suporter Voli Di Desa Treman

Airmadidi, Humas Polres Minut — Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara beserta jajaran Polsek Kauditan menunjukkan respons cepat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Petugas gabungan berhasil meredam dan mengendalikan perselisihan antar-suporter dalam laga bola voli yang digelar di Lapangan Kantor Desa Treman, Kecamatan Kauditan, pada Jumat (7/8/2026) malam.

Peristiwa kericuhan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WITA, saat berlangsungnya pertandingan antara Tim Bola Voli Putra Desa Watudambo Dua melawan Tim Desa Kaima. Di tengah jalannya pertandingan, terjadi gesekan antar-suporter yang berujung pada aksi saling lempar air minum kemasan. Situasi yang sempat tidak terkendali membuat wasit mengambil tindakan tegas dengan menghentikan pertandingan.

Merespons gangguan tersebut, Hukum Tua Desa Watudambo Dua, Ibu Idha Rotty, segera berkoordinasi dan melaporkan kejadian kepada pihak Polsek Kauditan.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Piket SPKT Polres Minahasa Utara yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Minut, AKP Gede Indra Asti Angga Pratama, S.I.K., M.H., bersama Kapolsek Kauditan, Ipda Romy Sumampouw, beserta personel piket langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, aparat kepolisian langsung mengambil langkah persuasif dan tegas untuk mengamankan situasi. Petugas memberikan imbauan Kamtibmas dan mengarahkan kedua kubu suporter, baik dari Desa Watudambo Dua maupun Desa Kaima, untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.

Kapolsek Kauditan, Ipda Romy Sumampouw, menjelaskan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat adalah wujud komitmen dalam memberikan rasa aman dan mencegah eskalasi konflik yang dapat memicu tawuran antar-kampung.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Hukum Tua Desa Watudambo Dua dan Hukum Tua Desa Kaima untuk memastikan seluruh suporter pulang ke rumah masing-masing. Alhamdulillah, berkat kesigapan personel dan kerja sama dari perangkat desa, situasi di TKP dapat segera dikendalikan dan kondusif," ujar Ipda Romy Sumampouw.

Sebagai langkah preemtif dan preventif untuk pertandingan lanjutan, pihak Kepolisian bersama unsur Muspika telah menggelar mediasi. Kapolsek Kauditan bersama Camat Kauditan, Ibu Filma Anthony, S.H., M.H., langsung melaksanakan dialog dengan aparat Desa Kaima serta panitia penyelenggara turnamen.

Dalam dialog tersebut, disepakati bahwa akan ada penebalan pengamanan dari personel gabungan Polres Minahasa Utara dan Polsek Kauditan guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di laga-laga berikutnya.

Polres Minahasa Utara mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pendukung tim olahraga, untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Perbedaan dukungan diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan di wilayah Kabupaten Minahasa Utara.

(Humas Polres Minahasa Utara)

Kamis, 06 Agustus 2026

Respons Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Jagung di Desa Suwaan, Polsek Airmadidi Imbau Warga Cegah Karhutla

Airmadidi, Humas Polres Minut – Kepolisian Sektor (Polsek) Airmadidi bergerak cepat mengatasi insiden kebakaran lahan perkebunan jagung yang terjadi di Desa Suwaan, Jaga 2, Kecamatan Kalawat, pada Rabu malam (5/8/2026).

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Arce Singal (48) dan Adel Lolong (47), peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 WITA. Saat keduanya sedang berada di dalam rumah, mereka mendengar bunyi percikan api dari arah luar.

Ketika keluar untuk melakukan pengecekan, para saksi mendapati sebuah sabuah (pondok/gubuk perkebunan) yang berdekatan dengan rumah mereka telah dilalap si jago merah. Mengetahui hal tersebut, saksi langsung menghubungi pihak Kepolisian setempat, setibanya anggota Polsek Airmadidi dilokasi langsung berinisiatif memadamkan api menggunakan peralatan seadanya guna mencegah rambatan api yang lebih luas.

Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian menduga penyebab terjadinya kebakaran berasal dari api tungku di dalam sabuah yang lupa dimatikan oleh pemiliknya saat ditinggalkan.

Menyikapi kejadian ini, Polsek Airmadidi mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat agar lebih waspada, terutama mengingat faktor cuaca kemarau dan angin kencang yang dapat membuat titik api sekecil apa pun merambat dengan sangat cepat.

Guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali, pihak kepolisian merekomendasikan tiga langkah antisipasi penting bagi masyarakat:
1. Hindari Membakar Lahan dan Sampah Sembarangan: Masyarakat dilarang keras membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Selain itu, hindari membakar sampah tanpa pengawasan, karena hembusan angin kencang dapat menerbangkan bara api ke area yang mudah terbakar.
3. Waspada Buang Puntung Rokok: Pastikan puntung rokok telah dimatikan sepenuhnya sebelum dibuang. Jangan pernah membuang puntung rokok yang masih menyala ke area rumput atau ilalang kering.
4. Tingkatkan Kewaspadaan dan Cegah Kelalaian: Pastikan mematikan seluruh sumber api (tungku, kompor, atau perapian) sebelum meninggalkan rumah maupun sabuah perkebunan. Kelalaian kecil dapat memicu kerugian material yang besar bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Kepolisian berharap masyarakat dapat terus bersinergi dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila melihat adanya potensi titik api atau gangguan Kamtibmas lainnya di lingkungan sekitar.

Polda Sulut Perkenalkan Face Recognition Terintegrasi Data KTP, Siap Amankan TIFF Tomohon 2026

MANADO, Humas Polda Sulut - Polda Sulawesi Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memperkenalkan teknologi Face Recognition yang terintegrasi dengan data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Perangkat ini akan dimanfaatkan untuk mendukung proses identifikasi, penyelidikan tindak pidana, sekaligus memperkuat pengamanan berbagai agenda berskala nasional dan internasional.

Teknologi tersebut hadir dalam bentuk perangkat portabel yang dilengkapi kamera 360 derajat dan didukung jaringan internet satelit Starlink. Dengan dukungan tersebut, sistem tetap dapat beroperasi secara optimal meski berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi mengatakan, perangkat tersebut merupakan bantuan dari Bareskrim Polri untuk meningkatkan kemampuan Unit Identifikasi (Inafis) dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Unit Identifikasi Polda Sulawesi Utara telah menerima dukungan peralatan baru dari Bareskrim Polri berupa sistem Face Recognition dan perangkat internet portabel Starlink," ujar Suryadi usai peluncuran di Mapolda Sulut, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, sistem Face Recognition mampu mengenali wajah seseorang secara cepat, kemudian mencocokkannya dengan basis data kependudukan sehingga identitas dapat ditampilkan secara otomatis pada layar komputer.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi, melacak, serta mengidentifikasi pelaku tindak pidana, residivis, Daftar Pencarian Orang (DPO), hingga individu yang dicurigai.

"Ketika kamera merekam wajah seseorang yang melintas, sistem akan secara otomatis mencocokkan data dan menampilkan identitas yang bersangkutan," jelasnya.

Selain perangkat pengenal wajah, Polda Sulut juga memperoleh perangkat Starlink portabel yang berfungsi menjaga kestabilan koneksi internet saat petugas bertugas di daerah blank spot atau wilayah dengan sinyal yang terbatas.

Teknologi ini dijadwalkan menjalani uji coba perdana pada ajang Tournament of Flowers (TIFF) Tomohon 2026 yang berlangsung pada 7–12 Agustus 2026. Perangkat akan ditempatkan di pintu masuk tamu VVIP sebagai bagian dari sistem pengamanan, mengingat kegiatan tersebut akan dihadiri perwakilan dari 10 negara.

Kombes Pol Suryadi menegaskan, pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta maupun tamu internasional.

"Dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Informasi yang disampaikan masyarakat, tetap dibutuhkan sebagai pelengkap kemampuan teknologi yang dimiliki kepolisian," pungkasnya.

Polda Sulut Kerahkan Helikopter Polri Pantau Karhutla Gunung Soputan, Pastikan Titik Api Padam

MANADO, Humas Polda Sulut - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

"Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali," ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.

Rabu, 05 Agustus 2026

Antisipasi Dampak El Nino, Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Minut Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana

Airmadidi, Humas Polres Minut – Guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) bersama jajaran TNI, Polri, dan Basarnas menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di halaman Mapolres Minahasa Utara, Selasa (4/8/2026).

Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Minut, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dengan didampingi oleh Wakapolres Minahasa Utara, Kompol Thely Mawidingan, S.E.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Joune Ganda membacakan amanat Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. Kapolda menegaskan bahwa penanganan bencana harus bergeser pada langkah mitigasi proaktif yang terpadu dan tidak terhalang batas birokrasi.

Kapolda Sulut menginstruksikan sejumlah langkah taktis utama, di antaranya:
1. Penerapan Zero Burning: Pengawasan ketat pada titik rawan dan penindakan tegas terhadap pembukaan lahan dengan cara dibakar.
2. Pengaktifan Satgas Pangan: Berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan rantai distribusi logistik.
3. Pengamanan Sumber Air: Menjamin ketersediaan air minum masyarakat, termasuk penyiapan sumur bor komunal jika diperlukan.
Usai memimpin apel, Bupati Joune Ganda secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kelestarian Gunung Klabat sebagai sumber cadangan air utama bagi warga Minahasa Utara. Ia meminta pengawasan ketat terhadap aktivitas pendakian untuk mencegah kebakaran.

"Jangan sampai ada pendaki yang lalai, seperti membuat api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu, masyarakat harus membiasakan diri menghemat penggunaan air bersih dan saling mengingatkan tetangganya agar terhindar dari potensi kelalaian pemicu kebakaran," tegas Bupati Joune.