Jumat, 03 April 2026

Pelayanan Mudik Lebaran 2026 Berjalan Lancar, Kecelakaan Lalu Lintas Menurun

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan pengamanan dan pelayanan arus mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan lancar. Hal ini ditandai dengan kelancaran arus lalu lintas, penurunan angka kecelakaan, serta meningkatnya pergerakan penumpang di berbagai moda transportasi.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode 13 hingga 29 Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan periode Lebaran 2025. Korban meninggal dunia juga turun signifikan sebesar 31,19 persen, sementara korban luka berat turun 13,8 persen. Namun demikian, korban luka ringan tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,38 persen.

Volume kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 3.255.002 unit atau meningkat 18,43 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, kendaraan yang masuk Jakarta tercatat sebanyak 2.989.931 unit atau naik 10,79 persen. Dari total proyeksi, sekitar 7,7 persen kendaraan belum keluar Jakarta dan 11,9 persen belum kembali masuk ke ibu kota.

Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga telah melakukan berbagai rekayasa lalu lintas, antara lain pengalihan arus sebanyak 205 kali, contra flow 39 kali, one way lokal 39 kali, serta one way nasional sebanyak dua kali.

Selain itu, pergerakan penumpang angkutan umum juga mengalami peningkatan di seluruh moda transportasi, yakni terminal naik 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, bandara 6,99 persen, dan pelabuhan 15,51 persen.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan mudik.

“Pelaksanaan pengamanan dan pelayanan mudik Lebaran 2026 secara umum berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat terlayani dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai stimulus pemerintah seperti diskon tarif tol dan transportasi publik, penambahan armada, program mudik gratis, kebijakan work from anywhere (WFA), serta pengaturan lalu lintas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

Pengamanan mudik tahun ini melibatkan 161.243 personel gabungan yang terdiri dari 89.928 personel Polri, 13.788 personel TNI, dan 58.327 personel dari instansi lainnya. Mereka berhasil mengamankan 185.608 objek pengamanan di seluruh Indonesia.

Polri juga memaksimalkan penggunaan teknologi berbasis data real-time melalui command center, didukung oleh ETLE Drone Patrol Presisi, Traffic Accident Analysis (TAA), serta Road Accident Rescue (RAR) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan dan pelayanan.

Berbagai inovasi pelayanan publik turut dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 yang diikuti oleh 29.009 pemudik dengan dukungan 646 bus, 9 kapal, serta armada lainnya. Selain itu, terdapat layanan seperti tim urai, public address, Motor Senyum di Polda Jabar, valet ride dan SI Polan di Polda Jateng, serta aplikasi Siger di Polda Lampung.

Sentimen masyarakat terhadap pelayanan mudik tahun ini juga didominasi respons positif, baik di media online maupun media sosial. Petugas di lapangan dinilai aktif mengurai kepadatan di titik-titik krusial serta mengedepankan pendekatan humanis dalam membantu para pemudik.

Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan masyarakat. Ke depan, Polri akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan yang lebih optimal, humanis, dan berbasis teknologi,” tutupnya.

Polsek Dimembe Laksanakan Pengamanan Ibadah Kamis Putih Di Gereja Katolik Diwilayah Polsek Dimembe

Airmadidi, Humas Polres Minut - Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan rangkaian ibadah Paskah Diwilayah hukum Polsek Dimembe, jajaran Kepolisian setempat melaksanakan kegiatan pengamanan ibadah Kamis Putih, yang berlangsung pada hari Kamis Tanggal 2 April 2026 pukul 19.00 Wita S/d 21.00 Wita .

Kegiatan ibadah tersebut dilaksanakan di beberapa gereja Katolik yang berada diwilayah hukum Polsek Dimembe yaitu, Gereja Ratu Pecinta Damai DS Tatelu, Gereja Santo Yosep Desa Wasian, Gereja Elisabeth Desa Matungkas, Gereja ST. Petrus Paulus Desa Lumpias, Gereja ST. Fransiscus Desa Klabat, Gereja ST. Johanes Desa Laikit Dan Gereja Bunda Hati Kudus Desa Pinilih, ibadah Kamis Putih ini merupakan bagian dari perayaan Paskah yang diperingati umat kristiani, sebagai momen untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus Kristus bersama para muridnya .

Kegiatan ini dihadiri oleh jemaat yang datang dengan antusias dan penuh hikmat, untuk mendukung kelancaran dan keamanan jalannya ibadah, personel Polsek Dimembe dikerahkan ke lokasi dalam kegiatan ibadah, yang secara sigap melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap seluruh rangkaian ibadah .

Kapolsek Dimembe IPDA Juan A.V. Rumbajan, S.H., menyampaikan bahwa, kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri, dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktifitas keagamaan, "Kami hadir untuk memastikan saudara-Saudari kita umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk, hingga saat ini situasi dilokasi masih terpantau aman dan kondusif," ujar Kapolsek .

Kegiatan pengamanan akan terus dilakukan selama rangkaian ibadah Paskah berlangsung, dengan tetap menjalin koordinasi bersama panitia gereja dan unsur terkait lainnya .

Dengan kehadiran aparat keamanan, diharapkan seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan penuh kedamaian dan perayaan Paskah di wilayah hukum Polsek Dimembe, berjalan dengan Baik, Aman Dan Lancar tanpa gangguan, tutup Kapolsek .

Kamis, 02 April 2026

Wakapolda Sulut Tinjau GOR KONI Sario Pasca Gempa M 7,6 SR


MANADO, Humas Polda Sulut - Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono turun langsung meninjau kondisi infrastruktur yang terdampak gempa bumi di kawasan GOR KONI Sario, Manado, pada Kamis (2/4/2026).

Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan adanya kerusakan serius pada bagian gedung yang mengakibatkan jatuh korban jiwa.

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Awi Setiyono didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulut untuk memastikan langkah pengamanan dan evakuasi berjalan maksimal.

Polisi juga sudah melakukan olah TKP di lokasi yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan dan memasang garis polisi di TKP.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan patroli mitigasi.

​Meski gempa memicu kekhawatiran besar, Wakapolda memastikan bahwa potensi tsunami telah terlewati. Berdasarkan koordinasi dengan Polres jajaran, situasi di wilayah kepulauan dan pesisir Bitung terpantau kondusif tanpa adanya kenaikan air laut yang signifikan.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Kita berada di wilayah Ring of Fire, sehingga gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja," ujar Wakapolda.

Ia juga mengimbau warga untuk selalu siap menghadapi potensi gempa susulan dan segera keluar dari bangunan jika merasakan guncangan kuat dan hindari bangunan yang terlihat retak atau tidak stabil.

"Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Wakapolda.

Saat ini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan menyeluruh di seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk memantau perkembangan di wilayah Likupang dan Minahasa Utara.

Berdasarkan data pemutakhiran dari BMKG, gempa tektonik ini terjadi pada pukul 05:48:16 WIB / 06:48:16 WITA, koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT, di kedalaman 62 km. Pusat gempa laut antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Kapolsek Kema Pantau Pergerakan Air Laut Pasca-Gempa 7,6 SR, Pastikan Keamanan Warga

Airmadidi Humas Polres Minut - Kapolsek Kema, AKP. Repy Samel, memantau langsung pergerakan air laut di pantai Kema pasca-gempa 7,6 SR yang mengguncang wilayah tersebut. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan keamanan warga dan mengantisipasi potensi tsunami.

"Gempa yang terjadi tadi pagi telah menyebabkan kekhawatiran warga, terutama yang tinggal di daerah pesisir. Kami segera melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami dan warga aman," kata AKP. Repy Samel.

Dalam pemantauan, AKP. Repy Samel menyatakan bahwa pergerakan air laut relatif normal dan tidak ada tanda-tanda tsunami. "Kami terus memantau situasi dan akan memberikan informasi kepada warga jika ada perubahan," tambahnya.

Warga Kema, Ahyar Besse menyambut baik upaya pemantauan yang dilakukan oleh Kapolsek Kema. "Kami merasa lebih aman dengan adanya pemantauan ini. Kami berharap tidak ada lagi gempa yang lebih besar," Ungkap Kepala jaga X Kema III ini

Pemantauan pergerakan air laut ini akan terus dilakukan hingga situasi dinyatakan aman. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.sambung Ahyar

Pemantauan pergerakan air laut pasca-gempa 7,6 SR di pantai Kema merupakan upaya untuk memastikan keamanan warga. Dengan adanya pemantauan ini, warga sdapat merasa lebih aman dan tidak panik. Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi kepada warga.

(Humas Res Minut)

Pasca Gempa M 7.6, Polda Sulut Imbau Warga Tetap Tenang dan Jauhi Kawasan Pesisir

MANADO, Humas Polda Sulut - Menyikapi peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7.6 pada Kamis pagi (02/04/2026), Polda Sulawesi Utara mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 05:48:16 WIB tersebut berpusat di koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT dengan kedalaman 62 km. Lokasi ini berada di laut antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara, yang memicu status Peringatan Dini Tsunami bagi kedua wilayah tersebut.

Kapolda Sulawesi Utara melalui Plh Kabid Humas Polda Sulut, Kasubbid Penmas AKBP Peter Gosal meminta masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai, untuk tetap waspada namun tidak panik secara berlebihan.

"Kami mengimbau masyarakat di sepanjang garis pantai Sulawesi Utara untuk segera mengikuti arahan evakuasi dari petugas di lapangan. Prioritaskan keselamatan diri dan keluarga, serta jauhi area pantai hingga ada pernyataan resmi bahwa status peringatan dini telah berakhir," tegasnya.

Masyarakat diminta segera bergerak ke titik aman atau dataran tinggi sesuai dengan jalur evakuasi yang telah ditetapkan oleh BPBD setempat.

"Jangan mudah terpengaruh oleh isu atau berita hoax yang tidak jelas sumbernya. Pastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG, BNPB, dan Polri," ujarnya.

Jajaran Polres dan Polsek di wilayah pesisir telah diinstruksikan untuk turun langsung membantu proses pengamanan dan pemantauan situasi di lapangan.

Polda Sulut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi di wilayah hukum Sulawesi Utara. Patroli keamanan juga ditingkatkan untuk menjaga ketertiban kamtibmas.

"Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Kami berharap kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif," tutupnya.

Rabu, 01 April 2026

Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali

Denpasar – Aparat kepolisian Indonesia berhasil mengamankan seorang warga negara Inggris, Steven Lyons (45), yang masuk dalam daftar buronan internasional. Ia diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas kejahatan lintas negara.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Polda Bali, dan pihak Imigrasi di Bandara Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.58 Wita, tak lama setelah yang bersangkutan tiba di Indonesia.

Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Untung Widiyatmoko, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama intelijen internasional yang berjalan cepat dan akurat.

“Keberhasilan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima pemberitahuan dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan subjek red notice yang tengah menuju Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, Divhubinter Polri segera mengambil langkah pencegatan dan berkoordinasi intensif dengan Polda Bali serta Imigrasi,” ujarnya, Selasa (31/3).

Steven Lyons tercatat dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi gabungan internasional bertajuk “Operasi Armourum” yang melibatkan otoritas penegak hukum dari Spanyol dan Skotlandia, termasuk Guardia Civil dan Police Scotland.

Lyons diketahui merupakan pimpinan dari jaringan kejahatan terorganisasi “Lyons Crime Family” yang berbasis di Skotlandia. Kelompok ini diduga kuat mengendalikan jaringan pencucian uang dan peredaran narkotika dalam skala besar dari Spanyol menuju Inggris Raya.

Sehari sebelum penangkapan Lyons di Indonesia, aparat penegak hukum di Eropa telah lebih dulu melakukan operasi serentak yang berhasil mengamankan puluhan anggota jaringan tersebut, yakni 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.

Sementara itu, Lyons terdeteksi melarikan diri ke Indonesia dan tiba di Bali pada 28 Maret 2026. Berkat informasi Red Notice yang telah diterima sebelumnya, pihak Imigrasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat hingga akhirnya yang bersangkutan dapat diamankan tanpa perlawanan.

Brigjen Pol. Untung menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung upaya pemberantasan kejahatan transnasional.

“Penangkapan ini bukan hanya keberhasilan operasional, tetapi juga pesan tegas bahwa Indonesia tidak menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan terorganisasi internasional,” tegasnya.

Saat ini, otoritas Indonesia telah memutuskan untuk segera mendeportasi Lyons agar dapat menjalani proses hukum di Eropa. Untuk mendukung proses tersebut, Polri juga memfasilitasi kedatangan dua perwira dari Guardia Civil Spanyol yang tiba di Bali pada Senin (30/3) sore guna berkoordinasi terkait teknis pemulangan tersangka.

Jaga Kesehatan Personel, Polres Minut Gelar Rikkes Berkala

Airmadidi, Humas Polres Minut - Dalam rangka menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan personel, Polres Minut melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala (Rikkes Berkala) T.A. 2026 dan diikuti oleh seluruh personel Polres Minut beserta ASN Polres Minut, Selasa (31/03/2026) .

Rikkes Berkala ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan personel secara menyeluruh, sekaligus sebagai upaya preventif dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian, agar tetap berjalan optimal, profesional, dan berkelanjutan .

Melalui pemeriksaan kesehatan yang terencana dan terukur, diharapkan setiap personel dapat melaksanakan tugas dengan kondisi fisik dan mental yang prima .

Pelaksanaan Rikkes Berkala T.A. 2026, diselenggarakan melalui kerja sama antara Polres Minut dan Bidang Kedokteran Dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Utara .

Tim medis Biddokkes Polda Sulut melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, rekam jantung (EKG), pemeriksaan rontgen, Treadmill, hingga pemeriksaan penunjang lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku .

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan dan diikuti oleh seluruh personel Polres Minut Dan Jajaran Polsek, setiap peserta diwajibkan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan, sebagai bagian dari penilaian kondisi kesehatan individu, yang nantinya menjadi dasar rekomendasi medis terkait kesiapan dan kelayakan personel dalam melaksanakan tugas Kepolisian .

Melalui pelaksanaan Rikkes Berkala ini, diharapkan potensi gangguan kesehatan pada personel dapat terdeteksi secara dini, hasil pemeriksaan akan digunakan sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut berupa pemberian saran medis pengobatan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan, apabila ditemukan indikasi penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut .

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., melalui Kasihumas Polres Minut IPDA Iskandar Mokoagow menyampaikan bahwa, kegiatan Rikkes Berkala ini, merupakan wujud perhatian pimpinan terhadap kesehatan personel sebagai aset utama institusi, dengan kondisi kesehatan yang terjaga, diharapkan seluruh personel mampu meningkatkan kinerja, disiplin dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan, perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat .

Dengan  terselenggarakan Rikkes berkala T.A. 2026 ini, Polres Minut berharap seluruh personel senantiasa berada dalam kondisi sehat dan bugar, sehingga mampu mendukung terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif Diwilayah hukum Polres Minut, tutup Kasihumas .