Rabu, 05 Agustus 2026

Antisipasi Dampak El Nino, Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Minut Gelar Apel Pasukan Tanggap Bencana

Airmadidi, Humas Polres Minut – Guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) bersama jajaran TNI, Polri, dan Basarnas menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di halaman Mapolres Minahasa Utara, Selasa (4/8/2026).

Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Minut, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dengan didampingi oleh Wakapolres Minahasa Utara, Kompol Thely Mawidingan, S.E.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Joune Ganda membacakan amanat Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. Kapolda menegaskan bahwa penanganan bencana harus bergeser pada langkah mitigasi proaktif yang terpadu dan tidak terhalang batas birokrasi.

Kapolda Sulut menginstruksikan sejumlah langkah taktis utama, di antaranya:
1. Penerapan Zero Burning: Pengawasan ketat pada titik rawan dan penindakan tegas terhadap pembukaan lahan dengan cara dibakar.
2. Pengaktifan Satgas Pangan: Berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan rantai distribusi logistik.
3. Pengamanan Sumber Air: Menjamin ketersediaan air minum masyarakat, termasuk penyiapan sumur bor komunal jika diperlukan.
Usai memimpin apel, Bupati Joune Ganda secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kelestarian Gunung Klabat sebagai sumber cadangan air utama bagi warga Minahasa Utara. Ia meminta pengawasan ketat terhadap aktivitas pendakian untuk mencegah kebakaran.

"Jangan sampai ada pendaki yang lalai, seperti membuat api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu, masyarakat harus membiasakan diri menghemat penggunaan air bersih dan saling mengingatkan tetangganya agar terhindar dari potensi kelalaian pemicu kebakaran," tegas Bupati Joune.

Selasa, 04 Agustus 2026

​Antisipasi Dampak El Nino, Pemprov Bersama TNI-Polri Gelar Apel Tanggap Bencana di Polda Sulut

​MANADO, Humas Polda Sulut - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Presisi Polda Sulawesi Utara, Selasa (4/8/2026).

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, pimpinan instansi vertikal terkait lainnya,Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono serta para PJU Polda.

​​Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pelaksanaan apel ini merupakan bukti konkret komitmen strategis bersama dan langkah taktis dalam menyiagakan personel serta sarana-prasarana penanggulangan bencana secara simultan.

​"Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk bersiap menghadapi potensi, melainkan menghadapi realitas yang sudah ada di depan mata. Berdasarkan data ilmiah terkini dari BMKG, wilayah Sulawesi Utara saat ini telah resmi memasuki fase El Nino dengan intensitas kuat hingga sangat kuat," ujar Gubernur Yulius Selvanus.

​Gubernur menambahkan, penurunan curah hujan yang drastis di bawah normal telah memicu kemarau panjang yang mengancam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia, seluruh jajaran diminta untuk bergerak proaktif, menanggalkan sekat birokrasi, dan menggeser paradigma penanganan bencana dari responsif saat krisis menjadi mitigasi preventif yang masif.

​​Menurutnya, dampak fenomena El Nino di Sulawesi Utara telah menyentuh beberapa aspek krusial, yaitu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kekeringan vegetasi yang ekstrem telah memicu titik panas (hotspot), dimana Karhutla tercatat telah melahap puluhan hektar lahan perkebunan warga dan vegetasi hutan di beberapa wilayah Sulut, yang berisiko merembet ke pemukiman.

​Penurunan debit air baku mengancam ketersediaan air bersih warga serta memicu kekeringan lahan pertanian yang berujung pada risiko gagal panen. Potensi inflasi akibat terganggunya rantai pasok bahan pangan pokok, serta risiko transmisi penyakit akibat keterbatasan sanitasi air bersih.

​​Untuk memastikan rencana kontinjensi berjalan efektif di lapangan, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan arahan kepada seluruh satgas dan pasukan.

"BMKG, BPBD, dan kepolisian wajib menyinergikan pemantauan hotspot secara real-time. Hentikan dan atasi segala bentuk pembukaan lahan dengan cara membakar di seluruh pelosok desa/kelurahan, pastikan alutsista, armada pemadam, mobil tangki air, sarana medis, hingga alat berat dalam kondisi siap 100%. Komando di lapangan harus satu garis, responsif, dan tanpa sekat birokrasi," ujar Gubernur.

​Gubernur juga menginstruksikan agar mengoptimalkan Satgas Pangan bersama Perum Bulog untuk menjaga stok beras dan stabilitas harga. Dinas PUPR, BPBD, dan PDAM diminta memprioritaskan pasokan air bersih melalui armada tangki gratis serta pembuatan sumur bor komunal di titik rawan.

Ia meminta jajaran Ditreskrim Polda Sulut, Gakkum LHK, dan Kejaksaan Tinggi melakukan pengawasan ketat serta menindak tegas oknum maupun korporasi yang sengaja membakar hutan/lahan demi kepentingan pribadi.

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Tim Patroli Pantera Polres Minut Urai Kepadatan dan Bantu Warga di Bundaran Airmadidi

Airmadidi, Humas Polres Minut – Dalam rangka memberikan pelayanan prima dan menjaga rasa aman di tengah masyarakat, Tim Patroli Pantera Polres Minut melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di kawasan Bundaran Airmadidi, pada Senin (3/8/2026) pagi.

Kawasan Bundaran Airmadidi yang merupakan salah satu titik persimpangan vital di wilayah Minahasa Utara ini terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan. Kepadatan didominasi oleh mobilitas warga yang hendak memulai aktivitas di awal pekan, baik yang berangkat menuju tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, maupun yang menuju ke pasar.

Merespons kondisi tersebut, personel Tim Patroli Pantera Polres Minut dengan sigap turun ke lapangan untuk mengurai kemacetan dan mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas. 

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, personel kepolisian juga tampak bersiaga di pinggir jalan untuk membantu warga menyeberang. Dengan humanis, anggota Tim Patroli Pantera membantu para pelajar, pekerja, hingga lansia membelah padatnya arus lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan.

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, SIK, M.Si melalui Kasi Humas Iptu Steven Surentu menyampaikan bahwa kegiatan Gatur Lantas ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan kemacetan.

"Kehadiran personel Tim Patroli Pantera di lapangan pada jam sibuk adalah bentuk nyata pelayanan Polri. Kami tidak hanya mengurai kemacetan agar arus lalu lintas tetap mengalir lancar, tetapi juga memastikan keselamatan pejalan kaki yang beraktivitas di sekitar Bundaran Airmadidi," tegasnya.

Melalui kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas yang rutin dan terukur ini, Polres Minut berharap dapat terus menekan angka pelanggaran dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Minahasa Utara.

Senin, 03 Agustus 2026

Tingkatkan Kedisiplinan Berlalu Lintas, Patroli Polsek Dimembe Sampaikan Binluh kepada Komunitas Ojek di Desa Kolongan

Airmadidi, Humas Polres Minut — Dalam upaya menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di tengah masyarakat, Polsek Dimembe melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis sekaligus Pembinaan dan Penyuluhan kepada para pengemudi sepeda motor atau ojek di Desa Kolongan, pada hari Minggu (02/08/2026).

​Kegiatan patroli dan sambang warga ini dipimpin langsung oleh Aiptu Bobby Pua. Dalam kesempatan tersebut, petugas secara humanis menghampiri pangkalan ojek untuk berdialog serta memberikan edukasi terkait pentingnya keselamatan berkendara (safety riding).

​Saat memberikan arahan, Aiptu Bobby Pua menekankan beberapa poin penting yang wajib dipatuhi oleh para pengemudi ojek saat mencari nafkah di jalan raya.

​"Kami terus mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh rekan-rekan pengemudi ojek agar selalu menjadikan keselamatan diri dan penumpang sebagai prioritas utama. Wajib menggunakan helm berstandar SNI, serta pastikan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK selalu dibawa saat beraktivitas," ujar Aiptu Bobby Pua.

​Lebih lanjut, Aiptu Bobby juga meminta para pengendara untuk selalu berhati-hati saat memacu kendaraannya. Ia berpesan agar para pengemudi ojek tidak ugal-ugalan, saling menghargai sesama pengguna jalan, dan senantiasa memperhatikan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.

​Adapun penyampaian Binluh ini merupakan bagian dari langkah preemtif dan preventif Polsek Dimembe dalam mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya.

​Melalui kegiatan turun langsung ke lapangan ini, Polsek Dimembe berharap masyarakat, khususnya komunitas ojek di Desa Kolongan, dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan turut berperan aktif dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman serta kondusif.