Jumat, 02 Oktober 2026

Polres Minut Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl, Dua Pria Diamankan

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Minahasa Utara mengungkap dugaan peredaran obat keras jenis Trihexyphenidyl di wilayah hukum Polres Minahasa Utara. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang pria diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Kedua pria yang diamankan masing-masing berinisial JP alias Jimmy (21), warga Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, dan AK alias Rian (22), warga Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Pengungkapan tersebut berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 sekitar pukul 22.30 WITA, di wilayah Desa Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara.

Kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Minahasa Utara terkait dugaan aktivitas peredaran obat keras jenis Trihexyphenidyl yang dilakukan oleh kedua pria tersebut di wilayah hukum Polres Minahasa Utara.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kemudian melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi keberadaan keduanya di sekitar tempat kos Sanjaya, Desa Kolongan Tetempangan. Tim selanjutnya mendatangi lokasi dan mengamankan kedua terduga.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 26 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl yang disimpan dalam pembungkus rokok. Selain itu, turut diamankan dua unit telepon seluler, masing-masing Vivo Y20 warna biru dan Infinix Hot warna silver.

Petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Street nomor polisi DB 3696 TM serta satu paket alat hisap sabu (bong).

Selanjutnya, kedua terduga beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mako Polres Minahasa Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kasat Res Narkoba Polres Minahasa Utara AKP C. Melky Sadrach, S.H. mengatakan bahwa pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang kemudian dikembangkan oleh personel di lapangan.

“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang turut membantu kepolisian dalam mengungkap dugaan peredaran obat keras. Kedua terduga bersama barang bukti telah diamankan dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan,” ujar AKP C. Melky Sadrach, S.H.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran obat keras maupun narkotika di wilayah hukum Polres Minahasa Utara serta mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan.

Kamis, 01 Oktober 2026

12 Personel Polda Sulut Terpilih Ikuti Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

MANADO, Humas Polda Sulut - Sebanyak 140 personel Polri dari berbagai Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia dilepas untuk melaksanakan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah. Dari jumlah tersebut, 12 personel di antaranya merupakan anggota Polda Sulawesi Utara yang berasal dari berbagai satuan kerja (Satker).

Pelepasan ratusan personel Polri yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA tersebut dilaksanakan melalui upacara di Rupattama Mabes Polri, Kamis (1/10/2026), yang dipimpin oleh Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H.

Keikutsertaan 12 personel Polda Sulut dalam misi internasional ini merupakan bagian dari penugasan anggota Polri untuk mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia di bawah naungan PBB.

Para personel yang terpilih berasal dari sejumlah satuan kerja, di antaranya Ditres PPA dan PPO, Polresta Manado, Satbrimob, Biro Ops serta Biddokkes Polda Sulut.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulut AKBP Peter Gosal, S.H., M.H., mengatakan bahwa keikutsertaan personel Polda Sulut dalam misi perdamaian PBB merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Penugasan ini merupakan kesempatan bagi personel Polri untuk menunjukkan profesionalisme, disiplin, serta kemampuan dalam menjalankan tugas di tingkat internasional. Kami berharap 12 personel Polda Sulut yang terpilih dapat melaksanakan tugas dengan baik dan membawa nama baik institusi Polri serta bangsa Indonesia,” ujar AKBP Peter Gosal.

Ia juga berharap para personel dapat menjalankan setiap tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta membangun kerja sama yang baik dengan personel internasional lainnya.

Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme menjadi hal penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan misi perdamaian tersebut.

Kontingen Polri ini direncanakan akan diberangkatkan ke Afrika Tengah pada tanggal10 Oktober 2026.

Polda Sulut berharap seluruh personel yang mendapat penugasan dapat menjalankan misi dengan lancar, senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan tugas dengan baik.

Berikut nama anggota FPU

1. IPDA VINDA MELIAWATI ISRAEL, S.H., PS. PANIT 2 UNIT II SUBDIT I DITRES PPA DAN PPO POLDA SULUT
2. BRIPKA MIRANDA ESTORIL IRJANTINI RENJAAN, S.H., PS. PAUR SUBBAGDALPERS BAG SDM POLRESTA MANADO POLDA SULUT
3. BRIPKA YESUS MARSELANO TICOALU, PANIT II SUBDEN 1 WANTEROR SATBRIMOB POLDA SULUT
4. BRIGPOL IRENE SINTHIA SUYADI, S.H., BAMIN SUBSIHARTIB SIPROVOS SATBRIMOB POLDA SULUT
5. BRIGPOL RIKTER PONINGKO, BANIT UNIT III SUBDEN DENGEGANA SATBRIMOB POLDA SULUT
6. BRIGPOL YUAN ASAZI OTOLUWA, ANGGOTA PLETON I KOMPI 3 YON SATBRIMOB POLDA SULUT
7. BRIGPOL ANDIKA EKO PUTRA, BANIT UNIT II SUBDEN DENGEGANA SATBRIMOB POLDA SULUT
8. BRIGPOL MARNEX LINGGAR,BANIT UNIT SUBDEN II DENGEGANA SATBRIMOB POLDA SULUT
9. BRIPTU IRFANDI ONTHONI, A.Md.Kep., BIDDOKKES POLDA SULUT
10. BRIPTU DIZAYER ECLESIAS KAPUGU, BAMIN KOMPI 2 YON A PELOPOR SATBRIMOB POLDA SULUT
11. BRIPTU DANDI CLAUDIO MANANGKA, BANIT UNIT II SUBDEN DENGEGANA SATBRIMOB POLDA SULUT
12. BRIPTU CHRISTO RAPHAEL PAATH, BA ROOPS POLDA SULUT

Polres Minut Klarifikasi Pemberitaan Viral Terkait UMKM Pengolahan Sisa Ikan Tuna di Watudambo

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Polres Minahasa Utara melalui Seksi Humas melakukan pengecekan dan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar di media online mengenai dugaan keterlibatan dua oknum anggota Polri dalam pengelolaan perusahaan yang disebut tidak berizin serta dugaan pencemaran lingkungan di wilayah Tanjung Merah.

Pengecekan dilaksanakan pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 14.00 WITA, bertempat di Desa Watudambo Jaga XI, Dusun Pimpin, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasi Humas Polres Minahasa Utara Iptu Steven Surentu bersama Ps. Kasubsi PIDM Bripka Indra Rachmad, Bripka Piere O. Merah dan Bripda Regi Lumohing.

Tim Humas Polres Minut mendatangi langsung lokasi usaha yang menjadi objek pemberitaan untuk melakukan pengecekan sekaligus meminta klarifikasi kepada pemilik UMKM pengolahan sisa ikan tuna, Akhmad Taufik.

Dalam keterangannya, Akhmad Taufik menjelaskan bahwa sisa ikan tuna yang diolah diperoleh dari beberapa pabrik pengolahan ikan tuna di Kota Bitung. Sisa ikan tersebut kemudian diolah menjadi bahan baku pakan untuk ternak dan ikan, antara lain pakan babi, ayam dan ikan.

Dari hasil klarifikasi, pemilik menyampaikan bahwa usaha tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) 1001240015413 Usaha pengolahan sisa ikan tuna tersebut juga telah berjalan kurang lebih dua tahun, sejak 2024 hingga saat ini.

Kasi Humas Polres Minahasa Utara Iptu Steven Surentu mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai langkah verifikasi atas informasi yang beredar sekaligus memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan fakta di lapangan terkait pemberitaan yang beredar. Berdasarkan hasil klarifikasi, usaha tersebut merupakan UMKM milik Bapak Akhmad Taufik dan yang bersangkutan menyampaikan telah memiliki Nomor Induk Berusaha,” ujar Iptu Steven Surentu.

Hasil pengecekan dan klarifikasi di lapangan tersebut selanjutnya disampaikan oleh Kasi Humas Polres Minahasa Utara dalam War Room Divhumas Polri sebagai bahan informasi dan tindak lanjut.

Polres Minahasa Utara menegaskan bahwa setiap informasi atau pemberitaan yang menyangkut institusi Polri akan dilakukan pengecekan secara faktual di lapangan, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat berdasarkan data dan keterangan yang diperoleh secara langsung.

Humas Polres Minahasa Utara berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang transparan, faktual dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level: Cara Belajar Berubah, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Modern


JAKARTA – Cara belajar calon Polisi Wanita (Polwan) di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri terus berubah. Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS) kini menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk memastikan siswa tidak hanya memahami materi, tetapi memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan saat bertugas di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat mengunjungi Sepolwan Lemdiklat Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Wakapolri menyapa dan berdialog langsung dengan para siswa, termasuk Polwan yang memiliki prestasi di bidang akademik, bahasa dan olahraga. Ia juga mengunjungi kelas digital, kelas judo, kelas menembak dan dormitory untuk melihat langsung proses pendidikan sekaligus kehidupan siswa.

“Masyarakat berubah, tantangan berubah, maka cara kita belajar juga harus berubah. Polwan ke depan harus mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik dan memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Wakapolri.

OBE mengubah orientasi pendidikan dari sekadar menyampaikan materi menjadi memastikan kompetensi siswa benar-benar terbentuk.

Siswa didorong memahami apa yang harus mereka kuasai, bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata.

Sementara LMS menjadi bagian dari digitalisasi pendidikan yang memperluas ruang belajar. Dengan sistem tersebut, siswa dapat mengakses materi, mengikuti pembelajaran, berdiskusi dan mendapatkan evaluasi secara lebih terintegrasi.

Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H. mengatakan penggunaan laptop, OBE dan LMS telah diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Siswa sekarang merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu proses pembelajaran juga harus melibatkan teknologi. Pengajar menjadi fasilitator, sementara siswa didorong untuk aktif berdiskusi dan berpikir kritis,” jelas Melda.

Wakapolri pun mengingatkan siswa agar memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan.

“Jangan hanya menjadi siswa yang menunggu diberi tahu. Jadilah pembelajar yang aktif. Teknologi sudah memberikan begitu banyak sumber pengetahuan. Gunakan itu untuk memperkuat kemampuan kalian,” pesan Wakapolri.

Belajar di Kelas, Menguji di Lapangan

Wakapolri menekankan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan melalui latihan kerja (latja).

Salah satu kemampuan yang harus diperkuat adalah komunikasi. Polwan harus mampu mendengarkan masyarakat, menjelaskan kebijakan dan berkomunikasi secara tepat sesuai kewenangan.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika Polri terlibat dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk perlindungan sosial.

“Polisi bekerja dengan masyarakat. Karena itu kemampuan komunikasi menjadi kompetensi utama. Apa yang dipelajari di kelas harus bisa dibawa ke lapangan,” kata Wakapolri.

Dalam kunjungannya, Wakapolri tidak hanya melihat proses pembelajaran, tetapi menyapa dan berdialog langsung dengan siswa.

Wakapolri menggali pengalaman, prestasi dan kemampuan yang mereka miliki, sekaligus memberikan motivasi agar para siswa tidak berhenti mengembangkan diri.

Salah satunya Fransina Putri Iriani Blesya, Nosis 184, kelas 3B, siswa kiriman Polda Papua Barat Daya.

Fransina merupakan lulusan SMA dengan Kurikulum Merdeka dan pernah memperoleh beasiswa penuh Pemerintah New South Wales untuk menempuh Bachelor of Chemical Engineering di Macquarie University, Sydney, Australia.

Ia menguasai Bahasa Inggris aktif dan Bahasa Spanyol pasif serta memiliki prestasi OSN-P Ekonomi, OSN-P Astronomi, Olimpiade Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin, Paskibraka tingkat provinsi dan Exhibition NZ Science.

Ayahnya, Eduard Blesya, bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Supriyani, merupakan guru.

9 Siswa Sepolwan Berlaga di Ajang Internasional

Talenta siswa juga terlihat dari 9 siswa yang mengikuti kompetisi olahraga internasional.

Sebanyak 8 siswa mengikuti ASEAN Games di Jepang, sedangkan 1 siswa mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China dan Chili.

Tinju – ASEAN Games Jepang

* Nabila – Nosis 648, Kelas 2F.

Hockey – ASEAN Games Jepang

* Fatma Sri Hapsari – Nosis 417, Kelas 2D.
* Dea Destian – Nosis 444, Kelas 3D.
* Natasya Naiborhu – Nosis 400, Kelas 1D.
* Richa Azlia – Nosis 649, Kelas 2F.
* Asri Dewi Prasasti – Nosis 675, Kelas 3F.
* Innes Aditiya – Nosis 324, Kelas 3C.

Balap Sepeda – ASEAN Games Jepang

* Ayustina Delia Priatna – Nosis 338, Kelas 4C.

Panjat Tebing – Kejuaraan Dunia

* Kadek Adi Asih – Nosis 066, Kelas 3A.

Keberadaan para siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Polwan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan prestasi di luar kompetensi kepolisian.

Di bidang bahasa asing terdapat siswa yang menguasai Bahasa Inggris, Arab, Turki dan Spanyol. Di bidang olahraga terdapat pengalaman internasional dalam cabang downhill, kabaddi, judo, futsal, dayung, karate, panjat tebing, bulutangkis, hockey, menembak dan kick boxing.

Prestasi nasional juga tercatat dalam Karate, Taekwondo, Pencak Silat, Voli, Kempo, Bulutangkis, Selam dan Hockey Indoor.

Di bidang seni, siswa memiliki kemampuan memainkan gitar, keyboard, biola, flute dan saxophone, serta bernyanyi, menciptakan lagu, paduan suara dan tari tradisional.

Sementara di bidang komunikasi terdapat siswa dengan kemampuan public speaking, MC formal, moderator, talkshow hingga stand-up comedy.

Wakapolri: Prestasi Harus Jadi Modal Berkembang

Wakapolri menegaskan bahwa prestasi siswa tidak boleh berhenti sebagai penghargaan.

Kemampuan yang sudah terlihat sejak pendidikan perlu dipetakan dan dikembangkan sebagai bagian dari manajemen talenta Polri.

“Prestasi jangan berhenti sebagai piala. Jadikan prestasi sebagai modal untuk terus belajar dan berkembang. Kalian harus terus meningkatkan kemampuan karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Siswa Polwan yang berprestasi juga didorong memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan lanjutan, termasuk S1 STIK dan program pendidikan yang didukung LPDP.

Dalam kunjungannya, Wakapolri melihat langsung sejumlah fasilitas pendidikan.

Di kelas digital, Wakapolri melihat penerapan pembelajaran berbasis teknologi.

Di kelas judo dan kelas menembak, Wakapolri melihat proses pembentukan keterampilan dan kesiapan fisik siswa.

Sementara di dormitory, Wakapolri melihat kehidupan siswa di luar kelas yang menjadi bagian dari pembentukan disiplin, kemandirian dan kebersamaan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog langsung antara pimpinan Polri dengan generasi Polwan yang sedang dipersiapkan untuk bertugas.

Wakapolri berharap kapasitas Sepolwan dapat dimaksimalkan sehingga pada 2027 mampu mendidik 1.000 Polwan, dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana-prasarana dan kualitas pendidikan.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si. menyampaikan bahwa Lemdiklat terus melakukan pembaruan sistem pendidikan, termasuk penguatan LMS dan kerja sama pendidikan internasional.

OBE mengubah orientasi pembelajaran menjadi kompetensi. LMS memperluas ruang belajar. Latja menghubungkan teori dengan praktik. Sementara pemetaan prestasi membuka ruang pengembangan talenta.

Semua diarahkan pada satu kebutuhan: mempersiapkan Polwan yang mampu menghadapi masyarakat yang semakin dinamis, kritis dan dekat dengan teknologi.

Kasat Binmas Polres Minut Berikan Penyuluhan Kenakalan Remaja kepada 68 Siswa SMP Kristen Karegesan

AIRMADIDI, Humas Polres Minut — Dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan membangun kesadaran hukum sejak dini, Satuan Binmas Polres Minahasa Utara melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada siswa-siswi SMP Kristen Karegesan, Selasa (30/9/2026). 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Minahasa Utara AKP Ishak Samban, S.Sos., dan dihadiri Kepala SMP Kristen Karegesan Jecu Alin Z. Sendow, S.Pd. bersama para guru serta 68 siswa, yang terdiri dari 51 siswa putra dan 17 siswa putri.

Dalam penyuluhannya, AKP Ishak Samban menyampaikan bahwa usia remaja merupakan masa yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan. Karena itu, para siswa diingatkan agar berhati-hati dalam memilih teman dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat membawa kepada perilaku negatif.

Materi yang diberikan antara lain pencegahan perkelahian antarsiswa maupun antarsekolah, bullying, merokok, minuman beralkohol, penggunaan senjata tajam, menghirup lem, membolos, serta penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur. Para siswa juga diingatkan untuk menaati tata tertib sekolah, menjaga kerapian, rajin beribadah, menghormati guru, membantu orang tua, serta segera pulang setelah kegiatan sekolah selesai.

Kasat Binmas juga mengimbau para siswa agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau, guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan lingkungan.

Selain memberikan pembinaan kepada siswa, Polri juga mengajak pihak sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Polri melalui fungsi Binmas akan terus memberikan edukasi dan penyuluhan kepada para pelajar. Kami mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang disiplin, menjauhi perilaku negatif dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Ishak Samban, S.Sos.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa masyarakat maupun pihak sekolah tidak perlu ragu untuk melaporkan setiap gangguan keamanan, pelanggaran, maupun kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi melalui Call Center 110 Polres Minahasa Utara atau kantor kepolisian terdekat.

Kegiatan penyuluhan berakhir sekitar pukul 07.30 Wita dalam keadaan aman, tertib, lancar dan kondusif. Kehadiran personel Polres Minahasa Utara mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan para siswa SMP Kristen Karegesan.

Rabu, 30 September 2026

Buka Sertifikasi Penyidik, Kapolda Sulut Tekankan Pentingnya Profesionalisme, Integritas, dan Kepercayaan Masyarakat

MANADO, Humas Polda Sulut — Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., secara resmi membuka kegiatan Pelaksanaan Sertifikasi Penyidik dan Penyidik Pembantu Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Sulut, Rabu (30/9/2026).

Acara yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lemdiklat Polri di SPN Polda Sulut ini berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatannya diikuti oleh para peserta uji kompetensi dari Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, PPA dan PPO, Ditpolairud, serta personel dari jajaran Polres di wilayah Polda Sulut.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulut menegaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis, pesatnya kemajuan teknologi, serta dinamika perubahan karakteristik kejahatan menuntut setiap personel penyidik untuk memiliki kompetensi yang semakin tinggi dan terukur.

"Penyidikan tidak cukup hanya dilaksanakan berdasarkan pengalaman. Penyidikan harus dilaksanakan dengan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, integritas, serta kompetensi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Irjen Pol Yudo Hermanto.

Beliau menambahkan bahwa di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Polri, para penyidik dituntut untuk mampu bekerja secara profesional, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Hal tersebut harus tetap mengedepankan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta memberikan kepastian hukum.

Sertifikasi ini, menurut Kapolda, bukan sekadar proses administratif formalitas untuk mendapatkan pengakuan. Lebih dari itu, sertifikasi merupakan bagian strategis dari upaya Polri untuk memastikan seluruh personel yang menjalankan fungsi penyidikan benar-benar memenuhi standar kompetensi yang sesuai.

Kepada para peserta, Kapolda berpesan agar mengikuti seluruh tahapan sertifikasi dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab. Beliau meminta para personel tidak menjadikan asesmen sebagai beban, melainkan sebagai sarana evaluasi mandiri untuk mengetahui dan meningkatkan kompetensi diri.

"Saya berharap kegiatan ini pada akhirnya tidak hanya menghasilkan penyidik dan penyidik pembantu yang kompeten secara teknis, tetapi juga melahirkan insan penegak hukum yang berintegritas, humanis, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala LSP Lemdiklat Polri Kombes Pol Dr. Purwadi Wahyu Anggoro, S.I.K., M.H., Kabagbinfung Rorenmin Bareskrim Polri Kombes Pol Rahamt Budi Handoko, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulut, serta Tim Asesor T.A. 2026.

Tiga Anak Diamankan Usai Lempari Kendaraan Container Di Perempatan Desa Kawiley

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Personel Polsek Kauditan mengamankan tiga anak yang diduga terlibat dalam peristiwa pelemparan kendaraan container di perempatan Desa Kawiley, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, sekitar pukul 21.30 WITA.

Ketiga anak tersebut masing-masing berusia 12, 13 dan 15 tahun. Berdasarkan keterangan awal, salah satu di antaranya mengajak temannya melakukan pelemparan kendaraan dan kemudian mengajak seorang lainnya untuk turut serta.

Saat berada di perempatan Desa Kawiley, salah satu anak mengambil batu dan melemparkannya ke kendaraan container jenis HINO nomor polisi 9112 PEI yang melintas dari arah Manado menuju Bitung. Akibatnya, kaca depan kendaraan mengalami kerusakan. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Masyarakat yang mengetahui kejadian kemudian mengamankan ketiganya dan menyerahkan kepada personel Polsek Kauditan. Petugas selanjutnya menghubungi orang tua dan melakukan pembinaan awal sebelum membawa anak yang berhadapan dengan hukum bersama pengemudi serta kendaraan ke Polres Minut untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Plt. Kapolres Minut AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K melalui Kasi Humas Iptu Steven Surentu mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap aktivitas serta pergaulan anak.

“Kami mengimbau agar kejadian seperti ini tidak terulang. Tindakan yang membahayakan pengguna jalan harus dicegah sejak dini melalui pengawasan dan pembinaan bersama antara keluarga, masyarakat dan kepolisian,” ujar Iptu Steven Surentu.

Hingga saat ini, seluruh pihak terkait telah berada di Polres Minut untuk penanganan lebih lanjut.