Senin, 30 Maret 2026

400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

Semarang, 29 Maret 2026 — Sebanyak 400 siswa terbaik nasional hasil seleksi Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai berdatangan dari seluruh Indonesia ke Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang untuk mengikuti Seleksi Terpusat yang akan dilaksanakan mulai 31 Maret 2026.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) sebelumnya telah mengumumkan hasil NST Tahap II, yang menetapkan 400 peserta terbaik nasional untuk melanjutkan ke tahap akhir seleksi. Kehadiran para peserta di Akpol Semarang menjadi penanda dimulainya fase krusial dalam proses penjaringan calon siswa unggulan.

Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II dengan tingkat partisipasi mencapai 88,13% dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme serta komitmen generasi muda dalam mengikuti seleksi berbasis meritokrasi.

NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan soal berbahasa Inggris, serta kemampuan Bahasa Inggris. Penilaian menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) yang mengukur kemampuan peserta secara objektif, adaptif, dan presisi berdasarkan tingkat kesulitan soal.

Penetapan kelulusan dilakukan melalui merit ranking nasional, dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Skor peserta Top 400 berada pada rentang 630 hingga 770, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 580. Hanya sekitar 15,1% peserta yang masuk kategori 5–7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari seluruh Indonesia di Akpol Semarang mencerminkan semangat kompetisi sehat dan seleksi yang inklusif.

“SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem ini dirancang transparan, berbasis data, dan mengedepankan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos adalah representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi yang objektif,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, proses seleksi yang dilaksanakan secara terpusat di Akpol Semarang memastikan standar penilaian yang sama bagi seluruh peserta. Hal ini menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan proses yang adil dan akuntabel.

Secara tidak langsung, Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari Transformasi Polri Presisi, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.

Sebanyak 400 peserta terbaik berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.

Dari sisi komposisi, peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari SMP negeri (44%), swasta kurikulum nasional (42,5%), dan swasta kurikulum internasional (13,5%). Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang sekolah, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu.

Pada tahap seleksi terpusat di Akpol Semarang, peserta akan menjalani rangkaian seleksi akhir yang meliputi tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK), uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion (LGD), serta wawancara orang tua dan siswa.

Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, nantinya akan dijaring sekitar 180 peserta didik terbaik untuk menjadi siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua.

SPMB SMA KTB 2026 menjadi momentum strategis dalam menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Melalui sistem pendidikan berasrama, SMA KTB diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap berkiprah di tingkat nasional maupun global.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses seleksi yang kredibel, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan informasi ini dapat segera diketahui masyarakat.

Polri Siapkan Laboratorium Sosial Sains untuk Uji Pendekatan Pemolisian yang Tepat

Semarang, 29 Maret 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat transformasi menuju institusi yang modern, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan dengan membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah.

Fasilitas ini menjadi sarana pembelajaran strategis untuk mengembangkan pola pikir (mindset), budaya kerja (culture set), serta cara bertindak (action set) personel Polri dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks dan menuntut respons cepat, tepat, serta humanis.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kehadiran laboratorium ini merupakan langkah konkret Polri dalam merespons perubahan zaman yang dipengaruhi oleh revolusi digital, dinamika geopolitik global, serta transformasi sosial yang berkembang pesat.

“Perubahan itu kini berlangsung dengan kecepatan dan kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu, Polri harus mampu mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teruji melalui realitas sosial di lapangan,” ujar Wakapolri.

Laboratorium Sosial Sains Kepolisian ini dirancang sebagai ruang integratif yang menjembatani antara teori dan praktik. Melalui pendekatan berbasis data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi faktual, laboratorium ini akan menjadi pusat pengujian berbagai model pemolisian guna menghasilkan kebijakan dan tindakan yang presisi.

Lebih lanjut, fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) melalui pendekatan sosial yang adaptif, prediktif, dan berbasis bukti (evidence-based policing).

“Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang eksperimen, tetapi juga wahana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pengembangan keilmuan kepolisian, keberadaan laboratorium ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas serta pemuliaan profesi Polri. Dengan memperkuat fondasi akademik dan riset, Polri berkomitmen menghadirkan praktik kepolisian yang semakin ilmiah, transparan, dan akuntabel.

Sejalan dengan itu, Polri juga mengembangkan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai ekosistem penguatan ilmu kepolisian nasional. Hingga saat ini, capaian yang telah terbangun meliputi:
 • 15 perguruan tinggi dengan 30 Pusat Studi Kepolisian yang siap operasional dan telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) (menunggu peluncuran)
 • 17 perguruan tinggi yang telah memiliki PKS kerja sama

Sehingga secara keseluruhan terdapat 47 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perguruan tinggi nasional serta 30 Pusat Studi Kepolisian yang menjadi bagian dari jaringan pengembangan ilmu kepolisian nasional.

Sebagai tindak lanjut, pusat-pusat studi yang telah siap operasional akan segera melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai isu strategis kepolisian, mulai dari keamanan nasional, transformasi pelayanan publik, perkembangan kejahatan siber, hingga pendekatan keamanan berbasis masyarakat.

FGD tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan dan inovasi yang dapat memperkuat peran Polri dalam menjaga keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan dunia akademik yang kini membentang dari Aceh hingga Papua, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan kepolisian yang ilmiah, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial, sekaligus memperkuat transformasi menuju institusi yang semakin profesional dan modern.

“Transformasi Polri tidak hanya menyentuh aspek struktural, tetapi juga menyasar perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan tindakan yang selaras dengan tuntutan zaman serta ekspektasi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Dengan hadirnya Laboratorium Sosial Sains Kepolisian serta penguatan jaringan Pusat Studi Kepolisian nasional, Polri menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperkuat basis keilmuan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin profesional demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan.

Pelaku Cabul Anak Di Bawah Umur, Diamankan Tim Resmob Polres Minut Di Perum CBA Lama Talawaan Minut

Airmadidi, Humas Polres Minut - Tim Resmob Polres Minut, berhasil mengamankan pelaku cabul anak dibawah umur, yang terjadi di Perum CBA Lama Kecamatan Talawaan Kab. Minahasa Utara, Minggu (29/03/2026) .

Berdasarkan laporan pengaduan dari masyarakat, bahwa telah terjadi persetubuhan anak di bawah umur, yang terjadi di perumahan CBA Lama Kec. Talawaan Kab. Minahasa Utara .

Pencabulan anak dibawah umur, dilakukan oleh FM (37) warga Perum CBA Lama Kecamatan Talawaan, Pekerjaan Tukang Bangunan, yang terjadi di Perum CBA Lama Kecamatan Talawaan, pada hari Minggu Tanggal 29 Maret 2026 Pukul 17.00 Wita, Tim Resmob langsung merespon kejadian tersebut, dengan melakukan Pulbaket kepada pihak korban, dan setelah dilakukan pulbaket dan pendalaman, Tim Resmob mengetahui identitas pelaku dan tempat dimana pelaku berada, kemudian Tim langsung lokasi keberadaan pelaku dan langsung mengamankan pelaku dan langsung membawa pelaku ke Mako Polres Minut .

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim IPTU Lega Ikhwan Herbayu, S.Tr.K., M.H., mengatakan bahwa, modus di duga pelaku melakukan dugaan cabul, dengan mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri .

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Minut, guna Proses hukum lebih lanjut .

Minggu, 29 Maret 2026

Pengamanan Hari Raya Ketupat Diwilayah Minut, Wakapolres Minut Pimpin Apel Pengecekan Personel Jelang Pengamanan

Airmadidi, Humas Polres Minut - Wakapolres Minut Kompol Thely Mawidingan, S.E., pimpin apel pengecekan personel dalam rangka kesiapan pengamanan perayaan Hari Raya Ketupat Diwilayah hukum Polres Minut, Sabtu (28/03/2026) .

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum hari besar keagamaan tersebut .

Apel yang digelar dihalaman Mapolres Minut ini diikuti oleh seluruh anggota yang ditugaskan sesuai surat perintah, baik dari satuan fungsi operasional maupun staf, dalam arahannya Wakapolres Minut Kompol Thely Mawidingan, S.E., menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta profesional anggota dalam menjalankan tugas pengamanan .

"Pengamanan hari raya ketupat merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, kita harus hadir memberikan rasa aman, memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan lancar dan kondusif," .

Seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas dilapangan, sejalan dengan semangat presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), ungkapnya .

Pengecekan kesiapan personel meliputi, kelengkapan sarana dan prasarana, serta strategi pengamanan dan titik-titik rawan seperti lokasi wisata, pusat keramaian masyarakat dan tempat ibadah, kami juga akan bersinergi dengan instansi terkait termasuk TNI dan pemerintah daerah, guna memperkuat pengamanan terpadu .

Hari Raya Ketupat merupakan tradisi yang dirayakan oleh sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Diwilayah Sulawesi dan Jawa, sebagai bagian dari rangkaian perayaan pasca Idul Fitri, adapun kegiatan Hari Raya Ketupat tentunya berpotensi menimbulkan peningkatan aktifitas masyarakat .

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap menjaga Kamtibmas, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif .

Sabtu, 28 Maret 2026

Mempererat Sinergitas Antara TNI-Polri, Kapolres Minahasa Utara Bersama PJU Olah Raga Bersama Danyon Dan Personel Yon Zipur 19/YKN

Airmadidi, Humas Polres Minut - Kapolres Minahasa Utara AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Minahasa Utara Ny. Atika Auliya Djabar bersama PJU Polres Minahasa Utara, melaksanakan olahraga bersama personil Yon Zipur 19/YKN dalam rangka mempererat sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri Diwilayah Kabupaten Minahasa Utara, Jum'at (27/03/2026) .

Didampingi oleh Ketua Bhayangkari dan PJU Polres Minahasa Utara Kapolres Minahasa Utara disambut oleh Danyon Zipur 19/YKN Letkol CZI Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S. bersama PJU dan anggota Yon Zipur 19/YKN .

Adapun kegiatan olahraga bersama yang dilakukan yaitu olahraga menembak yang bertempat Dilapangan tembak Denzipur 19/YKN, sebelum melaksanakan kegiatan menembak Danyon Den Zipur melaksanakan pengecekan senjata milik Yon Zipur 19/YKN .

Di sela-sela kegiatan olah raga bersama, Kapolres Minahasa Utara bersama Ketua Bhayangkari Cabang Minahasa Utara dan PJU Polres Minahasa Utara, memberikan Surprise dan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Danyon Zipur 19/YKN Letkol CZI Wiratama Suryono sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan antara TNI dan Polri .

Kapolres Minahasa Utara AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa, kegiatan olahraga bersama antara Polres Minahasa Utara dan Personil Yon Zipur 19/YKN merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Minahasa Utara .

"Melalui kegiatan ini, kebersamaan seperti olahraga menembak bersama, ramah tamah, pemberian ucapan ulang tahun kepada Danyon Zipur, dapat mempererat hubungan kekeluargaan, komunikasi dan koordinasi antara kedua institusi .

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan kekompakan antara TNI dan Polri dalam pelaksanaan tugas Dilapangan, ungkapnya .