Kamis, 09 Juli 2026

Polsek Kema Beri Himbauan Kepada Warga Nelayan Terkait Keselamatan Melaut

Airmadidi, Humas Polres Minut - Polsek Kema Polres Minut, melaksanakan kegiatan sambang dan pemberian himbauan kepada warga nelayan di dermaga Desa Kema III Kecamatan Kema, Rabu (8/07/2026) .

Kegiatan dipimpin oleh KA SPKT Aipda Okta Ibrahim) bersama Bhabinkamtibmas dan 2 anggota, adapun sasaran himbauan adalah, para nelayan yang hendak melaut serta pemilik Kapal/Perahu diwilayah Pesisir desa Kema III .

Dalam kesempatan tersebut, personel menyampaikan beberapa pesan Kamtibmas dan keselamatan, terutama terkait cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang sering terjadi .

"Kami menghimbau kepada para nelayan, untuk selalu mengecek prakiraan cuaca BMKG Sebelum melaut, gunakan perlengkapan keselamatan seperti alat komunikasi serta jangan melaut sendirian," ujar Kapolsek Kema AKP Repi Samel .

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak membawa bahan peledak atau setrum ikan, dalam mencari ikan, hal tersebut melanggar hukum dan merusak ekosistem laut .

Kapolsek Kema AKP Repi Samel menegaskan, Polri hadir untuk melindungi masyarakat pesisir, "Keselamatan adalah yang utama, jika ada cuaca buruk atau kendala di laut, segera laporkan ke Polsek atau Call Center 110," tegasnya .

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga nelayan yang merasa diperhatikan keamanannya .

Rabu, 08 Juli 2026

Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Kapolri: Permudah Anak Sekolah-Masyarakat

Riau - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 jembatan Merah Putih Presisi tahap II di wilayah hukum Polda Riau, Rabu (8/7/2026). Hal ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Dan tentunya kita akan terus bekerja sesuai dengan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk terus memperhatikan konektivitas, khususnya kebutuhan bagi masyarakat-masyarakat di wilayah-wilayah di desa-desa," kata Sigit. 

Menurut Sigit, pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini untuk memudahkan aktivitas dan mobilitas anak sekolah hingga masyarakat. Sehingga, kata Sigit, diharapkan terjadinya pertumbuhan perekonomian untuk kesejahteraan rakyat di wilayah tersebut. 

"Anak-anak kita yang membutuhkan dibangunnya jembatan untuk mempermudah mereka agar bisa sekolah, kemudian juga mempermudah fasilitas dan jalur ekonomi, sehingga kita harapkan ini bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka semua," ujar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, untuk di wilayah hukum Polda Riau sampai dengan saat ini sudah ada 110 jembatan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. 

Sementara itu, Sigit menyatakan, untuk skala nasional sudah terdapat 807 jembatan Merah Putih Presisi yang sudah dibangun. 

"Jadi tentunya saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajaran yang telah bekerja keras untuk melaksanakan arahan dan tugas Bapak Presiden, sehingga terbangun 110 jembatan di wilayah Riau. Sementara untuk nasional, sampai saat ini ada kurang lebih 807 Jembatan Merah Putih Presisi yang kita bangun di beberapa wilayah," ucap Sigit. 

Lebih dalam, Sigit menegaskan, pembangunan jembatan ini bertujuan untuk terus menguatkan kolaborasi dan sinergisitas dengan seluruh elemen masyarakat demi membangun Indonesia yang lebih baik ke depannya.

"Dan harapan kita anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang baik, yang besar, yang berhasil. Demikian juga masyarakat di desa, masyarakat yang ada di pelosok-pelosok dengan adanya jembatan ini juga kemudian merasakan kehidupan yang lebih baik," papar Sigit. 

Dengan kolaborasi dan sinergisitas, kata Sigit, hal itu menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. 

"Dan kita memiliki cita-cita besar mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Jadi ini cita-cita kita bersama, mari kita sama-sama jaga agar apa yang menjadi harapan masyarakat, harapan bangsa dan negara ini betul-betul bisa tercapai," tutup Sigit.

Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran, Kapolda Sulut Tekankan Profesionalisme dan Penguatan Soliditas

MANADO, Humas Polda Sulut - Polda Sulawesi Utara menggelar serah terima jabatan (Sertijab) Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran yang berlangsung di Aula Presisi Polda Sulut, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, dan dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para Pejabat Utama Polda Sulut, para Kapolres jajaran, perwakilan personel, serta pengurus dan anggota Bhayangkari.

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri.

"Ini sebagai bagian dari penyegaran organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta upaya menjaga iklim kerja yang kondusif agar mampu menjawab tantangan tugas dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Pergantian pejabat juga menjadi sarana mempercepat pencapaian visi dan misi organisasi Polri ke depan," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat yang mendapatkan promosi maupun penugasan baru atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Sulawesi Utara.

Pejabat yang mengalami mutasi yaitu Kombes Pol Slamet Waloya, AKBP Nur Kholis, AKBP Irwanto, AKBP Lido Ratri Antoro, AKBP Juleigtin Siahaan.

Selain itu, terdapat pula sejumlah pejabat yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polda Sulut, yakni KBP Guki Ginting sebagai Ka SPN Polda Sulut, AKBP Albert Zai sebagai Kabagdalpers Ro SDM Polda Sulut, AKBP Iwan Permadi sebagai Wadir Pam Obvit Polda Sulut, AKBP Abdul Kholik sebagai Kapolres Kotamobagu, AKBP Arie Sulistyo Nugroho sebagai Kapolres Bitung, AKBP Ronald Andry Mauboy sebagai Kapolres Kepulauan Sitaro dan AKBP Dwi Yatmoko sebagai Kapolres Kepulauan Talaud.

Sementara itu, Polda Sulut juga menyambut sejumlah pejabat baru yang akan memperkuat jajaran kepemimpinan, yakni Kombes Pol Muchamat Muchdori sebagai Karo Rena, Kombes Pol Danang Beny Kuspriandono sebagai Karo SDM, Kombes Pol Yudi Kristanto sebagai Dirlantas, AKBP Novrial Alberti Kombo sebagai Kapolres Tomohon, AKBP Reza Morandy Tarigan sebagai Kapolres Bolaang Mongondow, AKBP Andhika Fitransyah sebagai Kapolres Bolaang Mongondow Utara, serta AKBP Rully Robinson Polii sebagai Kapolres Kepulauan Sangihe.

Kapolda Sulut meminta seluruh pejabat yang baru untuk segera menyesuaikan diri dengan karakteristik wilayah dan dinamika sosial masyarakat di Sulawesi Utara. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan serta berpedoman pada delapan program kebijakan atau Commander Wish Kapolda.

“Saya berharap kepada para pejabat utama dan Kapolresta/Kapolres jajaran Polda Sulut untuk dapat bekerja dengan sepenuh hati, ikhlas dan cerdas, utamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Jadilah polisi yang Presisi,” tegas Kapolda.

Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Saya mengajak seluruh personel untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat," tegasnya.

Polda Sulut Putus Jalur Pasokan Sajam Ilegal, Jatanras Amankan Satu Pelaku Asal Minut

MANADO, Humas Polda Sulut - Upaya Polda Sulawesi Utara menekan angka tindak kekerasan di masyarakat kembali membuahkan hasil. Melalui pengungkapan kasus pembuatan dan penjualan senjata tajam ilegal di Kabupaten Minahasa Utara, aparat kepolisian berhasil memutus salah satu jalur pasokan senjata yang berpotensi digunakan dalam aksi tawuran, penganiayaan, maupun tindak kriminal lainnya.

Kasus tersebut diungkap Tim Resmob Polda Sulut setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang berlangsung pada malam hari di salah satu kompleks perumahan di Desa Matungkas, Minahasa Utara. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial IM (21), yang diduga memproduksi sekaligus menjual berbagai jenis senjata tajam.

"Saat dilakukan penindakan pada Jumat (3/7/2026), petugas menemukan sejumlah senjata tajam jenis pisau penikam, badik, hingga panah wayer dalam kondisi siap edar maupun setengah jadi. Polisi juga menyita berbagai peralatan produksi seperti pelat besi, gergaji mesin, palu, dan bahan baku lainnya yang digunakan untuk membuat senjata tajam secara ilegal," ungkap Kasubdit Jatanras Polda Sulut Kompol Arie Prakoso pada konferensi pers yang digelar di Pold Sulut, Selasa (7/7/2026).
 
Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui telah menjalankan aktivitas tersebut selama kurang lebih dua tahun. Produk senjata tajam yang dibuat dijual melalui media sosial dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bilah, menyasar berbagai kalangan.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut Kompol Arie Prakoso menegaskan, pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mencegah potensi tindak pidana yang dipicu oleh penggunaan senjata tajam.

“Kami menegaskan kepada masyarakat untuk tidak memproduksi, memperjualbelikan, maupun menyimpan dan membawa senjata tajam di luar kepentingan yang sah, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib atau melalui call center 110 apabila mengetahui adanya aktivitas serupa di lingkungan sekitar,” tegas Kompol Arie Prakoso.

Menurutnya, keberadaan senjata tajam ilegal di tengah masyarakat menjadi salah satu faktor yang kerap memicu terjadinya aksi kekerasan. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap siapa pun yang terlibat dalam rantai produksi, distribusi, maupun penggunaan senjata tajam tanpa dasar hukum yang jelas.

Atas perbuatannya, IM kini harus mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. Ia dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Senjata Tajam dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Tim Pantera Polres Minut Lakukan Pengamanan Kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Di Alun-Alun Pemkab Minut

Airmadidi, Humas Polres Minut - Tim Pantera Sat Samapta Polres Minahasa Utara disiagakan untuk melakukan pengamanan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, yang berlangsung di alun-alun Pemkab Minut, Selasa (7/07/2026) .

Sebelum kegiatan dimulai, Tim Pantera yang dipimpin oleh Bripka Ravly Tukusan melakukan sterilisasi di lokasi, pengaturan lalu-lintas, dan pengamanan pintu masuk, selama acara berlangsung, personel ditempatkan dititik-titik strategis untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas .

"Pengamanan ini kamu lakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQ berjalan aman, tertib dan lancar kami juga bersinergi dengan TNI, dishub dan Satpol-PP," ujar Kasat Samapta IPTU Hannya Bawotong .

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan "MTQ" adalah kegiatan keagamaan yang harus kita jaga kekhusyukannya, Polri hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat dan para peserta," tegas Kapolres .

Kegiatan "MTQ" tingkat provinsi ini, direncanakan berlangsung selama 6 hari dengan berbagai cabang yang di perlombakan .

Selasa, 07 Juli 2026

Cegah Kenakalan Remaja, Tim Pantera Polres Minut Intensifkan Patroli Dilaogis

Airmadidi, Humas Polres Minut - Tim Pantera Sat Samapta Polres Minahasa Utara mengintensifkan Patroli Dilaogis untuk mencegah kenakalan remaja, Selasa (7/07/2026) .

Patroli dipimpin Bripka Ravly Tukusan menyasar ke titik rawan keramaian remaja, pertokoan sepanjang jalan ring road, pusat kota Airmadidi dan cafe-cafe di kota Airmadidi .

Selain melakukan pemantauan, personel Tim Pantera, juga melakukan dialog langsung dengan remaja yang masih nongkrong, para remaja diberi imbauan agar tidak melakukan tawuran, balap liar dan mengkomsumsi minuman keras .

"Kami tidak hanya membubarkan, tapi juga mengajak adik-adik ngobrol, tujuannya agar mereka paham bahaya kenakalan remaja dan mau pulang tepat waktu," ujar Kasat Samapta IPTU Hanny Bawotong, S.H., 

Dalam Patroli tersebut, Tim Pantera juga memeriksa kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong, jika ditemukan pengendara diberi teguran dan diminta mengganti, tutup Kasat Samapta .

Wakapolri Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik, Akpol Perkuat Scientific Policing


Semarang, 6 Juli 2026 – Akademi Kepolisian (Akpol) memasuki babak baru modernisasi pendidikan kepolisian melalui peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik. Kedua fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan Polri untuk membentuk perwira yang mampu mengambil keputusan secara ilmiah, berbasis data, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Peresmian dilakukan oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Akpol, Semarang, Senin (6/7).

Usai peresmian, dalam doorstop kepada awak media, Wakapolri menjelaskan bahwa Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik merupakan bagian dari reformasi pendidikan Polri yang menyiapkan taruna menjadi first line supervisor sekaligus the next leader di lingkungan Polri.

“Taruna harus dibekali kemampuan mengambil keputusan berbasis data. Karena itu kami mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan big data, Artificial Intelligence (AI), dan analisis yang komprehensif agar setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian menjadi ruang pembelajaran berbasis simulasi berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui dukungan AI, coding, dan analisis big data, taruna dilatih memahami dinamika sosial, memetakan potensi gangguan kamtibmas, serta menyusun solusi berbasis bukti (evidence-based policing).

Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran, Polda Jawa Tengah ditetapkan sebagai Teaching Laboratory Akpol, sehingga para taruna memperoleh pengalaman langsung menganalisis dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan humanis sebelum melaksanakan tugas di lapangan.

Sementara itu, Kelas Tematik dikembangkan sebagai ruang belajar berbasis studi kasus aktual yang memperkenalkan fungsi-fungsi kepolisian secara visual, interaktif, dan aplikatif. Saat ini telah tersedia enam kelas tematik, yakni SDM, Dokkes, Brimob, Reskrim, Ident, dan Laboratorium Forensik. Ke depan, seluruh fungsi teknis kepolisian ditargetkan memiliki kelas tematik sebagai media pembelajaran yang terintegrasi.

Perumus Laboratorium Sosial Sains Kepolisian, Pati Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium dan kelas tematik merupakan implementasi arahan Wakapolri dalam memperkuat kualitas pendidikan kepolisian melalui pendekatan akademik yang modern.

Menurut Irjen Pol. Susilo, Laboratorium Sosial Sains Kepolisian tidak dirancang sebagai laboratorium eksakta, melainkan sebagai ruang diskusi, riset, dan simulasi fenomena sosial yang memungkinkan taruna memahami persoalan masyarakat sebelum bertugas di lapangan. Tujuannya adalah membentuk lulusan yang berpikir sistemik, kritis, reflektif, serta mengedepankan evidence-based policing dalam setiap pengambilan keputusan.

Ia menjelaskan, konsep laboratorium ini disusun melalui diskusi dengan para pakar dan guru besar serta studi komparatif ke lembaga pendidikan kepolisian di Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Australia. Dengan peresmian tersebut, Indonesia menjadi negara kelima di Asia yang memiliki Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik didukung melalui dana hibah dari jajaran Bank Himbara yang terdiri atas BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BSI, serta sumbang bhakti para alumni Polri.

Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan fasilitas tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Bank Himbara, para alumni Polri, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik. Sinergi ini merupakan investasi penting dalam membangun SDM Polri yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Wakapolri.