Minggu, 20 September 2026

Sat Lantas Polres Minut Gelar Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar di Interchange Maumbi

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Minahasa Utara melaksanakan kegiatan pengaturan arus lalu lintas dan patroli malam dalam rangka mengantisipasi aksi balap liar di Jalan Interchange Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (19/9/2026), mulai pukul 23.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Minut Iptu Ismail Diko, S.Sos., bersama KBO Lantas, Kanit Turjawali, serta personel Sat Lantas Polres Minut.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menekan angka kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, kemacetan, serta potensi kejahatan jalanan.

Selain itu, personel melaksanakan patroli di sepanjang Jalan Interchange Maumbi untuk memantau aktivitas kelompok anak muda yang berpotensi melakukan balap liar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Kasat Lantas Polres Minut Iptu Ismail Diko, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas merupakan bentuk upaya kepolisian dalam mengantisipasi balap liar serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para generasi muda, agar tidak melakukan balap liar karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali.

Polres Minahasa Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Sabtu, 19 September 2026

DVI POLRI BERHASIL IDENTIFIKASI 9 KORBAN KM VIRGO TRANSPORT 8, SELURUHNYA TELAH DISERAHKAN KEPADA KELUARGA


JAKARTA, 19 September 2026 – Polri terus memberikan pelayanan identifikasi korban KM Virgo Transport 8 melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hingga 19 September 2026, sebanyak 9 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi dan seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga.

Proses identifikasi dilakukan melalui tahapan DVI dengan menggabungkan data ante mortem (AM), yakni data yang dikumpulkan dari keluarga korban sebelum korban ditemukan, dengan data post mortem (PM) yang diperoleh dari pemeriksaan terhadap korban.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pelayanan identifikasi merupakan bagian penting dalam penanganan korban dan pemberian kepastian kepada keluarga.

“Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga.”

9 KORBAN TELAH DISERAHKAN KEPADA KELUARGA

Berdasarkan rekap operasi DVI per 19 September 2026, dari 117 korban yang telah ditemukan, terdapat 9 korban meninggal dunia dan seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga.

Kesembilan korban tersebut yaitu:

1. Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, laki-laki – Jawa Timur.
2. Nurul Rian Hidayat, 33 tahun, laki-laki – Jawa Timur.
3. Imam Soeparno, 66 tahun, laki-laki – Jawa Timur.
4. Denny Ridzal Saputra, 30 tahun, laki-laki – Jawa Timur.
5. Erik Maousul Latip, 37 tahun, laki-laki – Jawa Barat.
6. Risyan Kurnia Putra, 28 tahun, laki-laki – Jawa Barat.
7. Muhammad Abdianoor, 30 tahun, laki-laki – Kalimantan Selatan.
8. Surya, 59 tahun, laki-laki – Kalimantan Selatan.
9. Yuli, 29 tahun, perempuan – Kalimantan Selatan.

Sementara itu, dari 108 korban hidup yang telah ditemukan, seluruhnya telah dipulangkan dan tidak terdapat korban hidup yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

153 DATA ANTE MORTEM TERKUMPUL

Untuk mendukung proses identifikasi, Polri terus mengumpulkan data ante mortem (AM) dari keluarga korban. AM merupakan data korban yang diperoleh sebelum korban ditemukan, termasuk informasi identitas dan data pembanding dari keluarga.

Hingga 19 September 2026, telah terkumpul 153 data AM, dengan rincian:

* Kalimantan Selatan: 74 AM
* Jawa Timur: 63 AM
* Sulawesi Selatan: 1 AM
* Jawa Tengah: 2 AM
* Jawa Barat: 13 AM

Dari 153 data tersebut terdapat 18 data AM yang terduplikasi. Setelah dikurangi data duplikasi, terdapat 135 data AM.

Dari 135 data AM tersebut, sebanyak 9 AM telah direkonsiliasi, sedangkan 126 AM masih belum direkonsiliasi.

Data AM tersebut menjadi salah satu data pembanding dalam proses pencocokan dengan data PM korban.

POLRI SIAPKAN 140 PERSONEL DVI

Untuk memperkuat pelayanan identifikasi, Polri menyiapkan 140 personel DVI yang terdiri dari:

* Tim DVI Polda Kalimantan Selatan: 66 personel.
* Tim DVI Polda Jawa Timur: 56 personel.
* Tim DVI Pusdokkes Polri: 18 personel.

Personel tersebut terdiri dari dokter/dokter gigi spesialis, dokter umum, dokter gigi umum, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta personel umum.

Selain tim yang telah disiapkan di posko tersebut, Biddokkes Polda Jawa Barat turut memberikan dukungan pengumpulan data AM dan sampel DNA keluarga korban di Garut.

Pada 15 September 2026, Biddokkes Polda Jabar mengambil sampel DNA dari 13 keluarga korban, terdiri dari 2 keluarga korban meninggal dunia dan 11 keluarga korban yang masih dalam pencarian. Pengambilan dilakukan menggunakan metode Buccal Swab.

Sampel tersebut kemudian dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri pada 16 September 2026 pukul 06.30 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Hingga 19 September 2026, dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 117 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 korban hidup dan 9 korban meninggal dunia. Sementara 126 orang masih dalam pencarian.

Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR terus melanjutkan pencarian, sementara jajaran DVI dan Dokkes Polri tetap memberikan pelayanan identifikasi dan pendampingan kepada keluarga korban.

Kapolri Minta Pesanggrahan Tjimande Dibuka untuk Semua Peguron


BANTEN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan seluruh perguruan silat dan masyarakat.

Kapolri menegaskan, balai latihan tersebut tidak boleh hanya menjadi tempat berkegiatan bagi satu organisasi. Keberadaannya harus terbuka untuk pembinaan pencak silat, pengembangan seni budaya, pelestarian kearifan lokal, hingga mempererat silaturahmi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia, Jumat (18/9/2026).

Kapolri mengapresiasi inisiatif PTBI dalam membangun balai latihan sebagai wadah pembinaan. Namun, ia mendorong agar tempat tersebut dapat digunakan bersama oleh seluruh peguron atau perguruan silat yang ada di Banten.

“Pesanggrahan ini tidak hanya untuk PTBI sendiri, tetapi juga semua peguron boleh untuk menggunakan tempat ini dan masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk berbagai macam kearifan lokal dan seni budaya yang ada,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, pesanggrahan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tempat berlatih bela diri. Pesanggrahan harus menjadi tempat belajar, ruang berdiskusi, serta wadah untuk berkumpul dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Namanya pesanggrahan itu tempat belajar, tempat diskusi, tempat kita ngariung untuk bersama-sama menyelesaikan suatu persoalan,” kata Kapolri.

Kapolri berharap balai latihan tersebut dapat memperkuat persaudaraan antarpesilat dan antarperguruan. Persatuan menjadi modal penting untuk menjaga serta mengembangkan pencak silat Tjimande dan seni budaya Banten lainnya.

Ia juga mengingatkan para pimpinan peguron agar senantiasa menjaga kekompakan dan soliditas. Menurut Kapolri, para pesilat memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan seni budaya Banten agar semakin dikenal secara luas.

Selain menjadi pusat pembinaan seni dan budaya, Kapolri meminta keberadaan pesanggrahan menjadi ruang pembentukan karakter. Para pesilat diharapkan tumbuh sebagai pendekar yang menjunjung keberanian, membela kebenaran, melindungi yang lemah, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolri menilai, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh jawara dan perguruan silat bersinergi dengan Polri untuk menjaga situasi kamtibmas di Banten.

Ke depan, Kapolri juga mendorong pembangunan tempat pembinaan serupa di setiap kabupaten. Dengan langkah itu, kegiatan pelatihan, diskusi, pelestarian budaya, dan penguatan persatuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui keterbukaan dan kebersamaan tersebut, Pesanggrahan Tjimande diharapkan menjadi rumah besar bagi para pesilat, pelaku seni, dan masyarakat dalam merawat kebudayaan serta membangun Banten yang aman dan harmonis.

Kebakaran Hutan Kota Kuwil Merembet ke Lahan Warga, Plt. Kapolres Minut Tinjau Langsung Lokasi

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Peristiwa kebakaran hutan kota di Desa Kuwil dan lahan perkebunan warga di Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang berada di sekitar Bendungan Kuwil. Saksi Welly Wiliam Weku melihat kepulan asap yang berasal dari kawasan hutan kota Desa Kuwil dan selanjutnya menghubungi pemerintah desa serta pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, titik awal api diduga berasal dari area tempat pembuangan sampah di jalan samping sungai kompleks Hutan Kota Desa Kuwil. Api kemudian merembet ke lahan perkebunan warga di Desa Kawangkoan. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Mendapat informasi tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat segera menuju lokasi untuk membantu melakukan upaya pemadaman serta menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar).

Penanganan kebakaran melibatkan empat unit kendaraan pemadam, yakni dua unit dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, satu unit dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta satu unit Rantis AWC Brimobda Sulut.

Sekitar pukul 15.10 WITA, Rantis AWC Brimobda Sulut tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Kondisi medan yang sulit dijangkau sempat menyebabkan api merembet ke sejumlah bagian lahan warga lainnya.

Personel Polsek Airmadidi bersama petugas Damkar, personel Brimobda Sulut dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.14 WITA.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.

Plt. Kapolres Minahasa Utara AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K. turut meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik serta melihat kondisi wilayah yang terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Plt. Kapolres Minut memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan agar tidak muncul kembali titik api, mengingat kondisi cuaca kering dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering, serta tidak membuang puntung rokok maupun sumber api lainnya secara sembarangan.

Selain itu, pemantauan terhadap area yang telah terbakar tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Damkar, BPBD, aparat terkait dan masyarakat terus ditingkatkan dalam penanganan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Polres Minahasa Utara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya kebakaran melalui pihak kepolisian maupun layanan Call Center Polri 110.

Jumat, 18 September 2026

Kapolri: Keberhasilan Polri Bukan Sekadar Penghargaan, tetapi Kepercayaan Masyarakat

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari capaian maupun penghargaan yang diterima, tetapi dari kemampuan jajarannya memberikan rasa aman, kepastian, serta pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam acara Kompolnas Awards 2026, Kamis (17/9/2026).

“Keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari berbagai capaian maupun penghargaan yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana kehadiran Polri mampu memberikan rasa aman, kepastian, dan pelayanan yang semakin baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, penghargaan harus menjadi tanggung jawab bagi setiap penerima untuk menjaga standar kinerja dan terus mengembangkan inovasi. Capaian tersebut tidak boleh membuat satuan maupun personel cepat berpuas diri.

Kompolnas Awards 2026 diberikan kepada satuan kerja Mabes Polri, satuan kewilayahan, serta personel yang menunjukkan kinerja, inovasi, integritas, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kapolri berharap para penerima penghargaan menjadi teladan bagi jajaran lainnya. Inovasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan perlu dibagikan agar dapat dikembangkan oleh satuan maupun personel lain.

“Bagi yang mendapatkan penghargaan dari Kompolnas, kita harapkan dapat menjadi role model yang kemudian dicontoh oleh satuan kerja lainnya,” kata Kapolri.

Kapolri juga meminta praktik terbaik dari para penerima penghargaan tidak berhenti di satu satuan. Keberhasilan tersebut harus didokumentasikan, dikembangkan, serta diterapkan secara adaptif sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dengan demikian, inovasi yang terbukti memberikan manfaat dapat memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri secara lebih luas.

Sementara itu, satuan dan personel yang belum memperoleh penghargaan diminta menjadikan Kompolnas Awards sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berbenah.

Kapolri menilai seluruh personel memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan prestasi sepanjang mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Personel yang terpilih tentunya bisa menjadi contoh bagi yang lain untuk memotivasi mereka bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik,” tuturnya.

Kapolri turut meminta seluruh pimpinan satuan menciptakan lingkungan kerja yang mendorong anggotanya memberikan kinerja terbaik. Namun, setiap pelaksanaan tugas harus tetap berpedoman pada aturan, etika profesi, dan kepentingan masyarakat.

Menurut Kapolri, prestasi dan inovasi harus berujung pada perubahan yang dirasakan langsung oleh publik. Apresiasi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan penggerak bagi seluruh jajaran untuk memperbaiki pelaksanaan tugas.

“Teruslah bekerja lebih baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik, serta mewujudkan Polri yang dekat dan dicintai masyarakat,” pungkas Kapolri.

Sinergi TNI–Polri dan Damkar PLTU Kema Padamkan Karhutla Dekat SPBU Kema III

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Personel Polsek Kema yang dipimpin langsung Kapolsek Kema AKP Repy Samel bersama unsur TNI dan Damkar PLTU Kema bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di Desa Kema III Jaga IV, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kebakaran terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput kering dengan perkiraan luas sekitar 1 hektare. Kondisi angin yang cukup kencang menyebabkan api berpotensi merambat, terlebih lokasi kebakaran berada tidak jauh dari SPBU Kema III.

Sekitar pukul 10.20 Wita, satu unit Damkar milik PLTU Kema tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Personel Polsek Kema bersama unsur TNI turut membantu proses pemadaman dan memastikan api tidak meluas ke area sekitar SPBU.

Kapolsek Kema AKP Repy Samel mengatakan, respons cepat dan sinergi antarinstansi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas serta menjaga keselamatan masyarakat dan fasilitas di sekitar lokasi.

“Kami bersama TNI dan Damkar PLTU Kema langsung melakukan penanganan untuk mencegah api meluas. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini.”

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan di lokasi, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Polsek Kema juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mempercepat penanganan.