Sabtu, 18 Juli 2026

Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri


Sorong, Papua Barat Daya – Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M.Si., mendorong transformasi pelayanan kepolisian melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli agar mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komjen Pol. Fadil Imran saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel yang bertugas di lapangan.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan, dengan 2.672 panggilan berhasil dijawab dan success call rate mencapai 88,18 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 80,37 persen sekaligus menempatkan Polresta Sorong Kota pada posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil.

Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

Ia menjelaskan bahwa alur pelayanan harus berjalan secara utuh, dimulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Astamaops Kapolri meminta jajaran mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari waktu laporan diterima, waktu penugasan personel, hingga waktu kedatangan anggota di lokasi. Pengukuran tersebut dinilai penting agar pimpinan dapat mengetahui setiap tahapan pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Selain memperkuat Layanan Polisi 110, Fadil juga menekankan pentingnya integrasi antar fungsi kepolisian agar masyarakat tidak dibebani dengan struktur internal organisasi.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tegasnya.

Menurutnya, Layanan Polisi 110, Pamapta, SPKT, Samapta, patroli, Lantas hingga Reskrim harus menjadi bagian dari satu sistem pelayanan yang saling terhubung sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera berubah menjadi keputusan operasional dan tindakan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadil juga memperkenalkan paradigma baru mengenai fungsi Command Center. Ia menegaskan bahwa Command Center tidak boleh dipandang semata sebagai ruangan dengan layar besar dan teknologi canggih, melainkan sebagai pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, dan memastikan setiap persoalan masyarakat terselesaikan.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu kelengkapan fasilitas untuk mulai membangun sistem pelayanan yang efektif. Menurutnya, Command Center dapat berjalan optimal selama memiliki operator yang siap, Layanan Polisi 110 yang aktif, komunikasi radio yang terhubung, data personel yang dapat digerakkan, serta pimpinan yang mampu mengambil keputusan secara cepat.

Selain memperkuat pelayanan yang bersifat responsif, Astamaops Kapolri juga mendorong pemanfaatan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan kejahatan.

Berdasarkan data DORS Polri, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.429 kasus kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, sedangkan periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 1.503 kasus. Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi jenis kejahatan yang paling dominan, dengan 613 kasus pada tahun 2025 dan 363 kasus selama Januari–Juni 2026.

Fadil meminta data tersebut tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi diterjemahkan menjadi informasi operasional melalui pemetaan lokasi dan waktu rawan kejahatan sehingga patroli dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

"Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," ujarnya.

Ia berharap pendekatan berbasis data mampu mengubah pola kerja kepolisian dari yang semula lebih banyak bersifat reaktif menjadi semakin preventif melalui kehadiran personel pada lokasi dan waktu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menutup arahannya, Fadil menegaskan bahwa seluruh transformasi tersebut pada akhirnya bertujuan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin cepat, humanis, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Pada akhirnya, masyarakat tidak menilai seberapa canggih teknologi yang kita miliki ataupun seberapa besar layar yang ada di Command Center. Masyarakat menilai apakah ketika membutuhkan pertolongan, polisi dapat hadir dengan cepat dan membantu menyelesaikan masalahnya," pungkasnya.

Polres Minut Fasilitasi Ibadah Bagi Tahanan, Wujudkan Pembinaan Spiritual di Balik Jeruji

Airmadidi, Humas Polres Minut – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepada para tahanan, tidak hanya melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui pembinaan mental dan spiritual. Sebagai wujud kepedulian tersebut, Polres Minut memfasilitasi kegiatan ibadah dan pelayanan rohani bagi para tahanan yang berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Minut, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan pelayanan rohani dipimpin oleh Pdt. Audy Rundengan bersama tim pelayanan dari Gereja GBBI Syalom Kalawat, serta didampingi oleh Kasat Tahti Polres Minut, Ipda Iskandar Mokoagow.

Melalui kegiatan ini, para tahanan memperoleh siraman rohani, penguatan mental, serta motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa tahanan. Pembinaan spiritual ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, membangun karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal positif bagi para tahanan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Polres Minut berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang humanis kepada seluruh tahanan, termasuk pemenuhan hak mereka untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Kegiatan pembinaan rohani ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung proses pembinaan agar para tahanan dapat menjalani masa hukuman dengan lebih baik serta memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Jumat, 17 Juli 2026

Perkuat Soliditas, TNI-Polri dan Forkopimda Sulut Gelar Olahraga Bersama di Megamas Manado

MANADO, Humas Polda Sulut - Semangat kebersamaan dan sinergitas antarinstansi kembali ditunjukkan melalui kegiatan olahraga bersama TNI, Polri dan Forkopimda Sulawesi Utara yang digelar di Lapangan Basket Megamas Manado, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, jajaran Forkopimda Sulut, para Pejabat Utama Polda Sulut, pejabat TNI serta diikuti personel TNI, Polri dan ASN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama yang berlangsung penuh keakraban. Selanjutnya para peserta mengikuti senam bersama yang berlangsung meriah, dan diakhiri dengan pembagian doorprize menarik.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus mengatakan, olahraga bersama bukan hanya menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, tetapi juga momentum mempererat hubungan yang sudah terjalin serta memperkuat komunikasi antara TNI, Polri dan seluruh unsur Forkopimda.

"Sinergitas yang terjalin dengan baik akan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan daerah, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri bersama Forkopimda harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan yang harmonis antarinstansi semakin kuat sehingga koordinasi dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan, perlindungan dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Melalui kebersamaan yang terbangun, TNI, Polri dan Forkopimda semakin solid dalam menjaga keamanan, ketertiban dan mendukung kemajuan Sulawesi Utara,” ujar Kapolda.

Kegiatan olahraga bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Kebersamaan dan Integritas dalam Membangun NKRI.”

Kamis, 16 Juli 2026

Sinergi Tiga Pilar, Polsek Dimembe Gelar Razia Sajam dan Miras Ciptakan Situasi Kondusif di Area Tambang Tatelu

Airmadidi, Humas Polres Minut – Dalam upaya mewujudkan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif, jajaran Kepolisian Resor Minahasa Utara (Polres Minut) bersama TNI, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Operasi gabungan yang menyasar peredaran Minuman Keras (Miras) dan Senjata Tajam (Sajam) ini dilaksanakan di lokasi Pertambangan Emas Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, pada Kamis (16/07/2026).

Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Dimembe IPDA Juan A.V. Rumbajan, S.H menegaskan bahwa KRYD ini merupakan langkah tegas dan responsif aparat keamanan dalam menyikapi dinamika Kamtibmas di area pertambangan.

Kegiatan operasi dan cipta kondisi ini kami laksanakan untuk menyikapi terjadinya peningkatan kasus-kasus menonjol, seperti penganiayaan menggunakan senjata tajam antar sesama pekerja tambang yang kerap dipicu oleh konsumsi minuman keras. Kami ingin memastikan area pertambangan menjadi tempat yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak,"jelas IPDA Juan A.V. Rumbajan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel kesiapan pasukan di Halaman Balai Desa Tatelu yang dipimpin oleh Wakapolsek Dimembe, Ipda Stanly Malope, S.Sos. Dalam apel tersebut, disampaikan secara rinci mengenai sasaran prioritas dan Cara Bertindak yang humanis namun tegas di lokasi operasi.

Usai pelaksanaan apel, tim gabungan langsung bergeser menuju Pos 1 Pertambangan Emas Desa Tatelu. Petugas kemudian menyisir sejumlah Daseng (tempat peristirahatan para pekerja tambang) untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan para pekerja.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas gabungan berhasil menemukan dan mengamankan berbagai jenis senjata tajam maupun senjata berbahaya lainnya, meliputi Parang, Badik, Pisau dan Senjata Angin (Senapan Angin). 

Seluruh barang bukti tersebut langsung diamankan oleh pihak kepolisian, Selain melakukan tindakan penertiban, kepolisian juga mengedepankan langkah preventif. 

Petugas juga memberikan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) secara langsung kepada para pekerja tambang. Para pekerja diimbau dengan tegas untuk tidak lagi membawa senjata tajam maupun mengonsumsi minuman keras saat berada di area kerja. Pelaksanaan operasi sinergis ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. 

Turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Camat Dimembe, Ansye Dengah S.Sos, Danramil Dimembe, Kapten Inf. Lukas P. Lahama, Pj. Hukum Tua Desa Tatelu, Rosiana Angkow, S.E., Ketua Koperasi Batu Emas Hendry Walukow, Personel Polsek Dimembe, Babinsa Desa Tatelu, Serka Henrik Koyongkam, Jajaran Perangkat Kecamatan Dimembe dan Desa Tatelu dan Para Pengurus Koperasi Batu Emas. 

Dengan dilaksanakannya KRYD dan Binluh terpadu ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di area pertambangan maupun di lingkungan masyarakat Desa Tatelu pada umumnya. Langkah pembinaan ini dinilai efektif dalam meminimalisir potensi perkelahian antar penambang serta menekan niat para pekerja untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

​Polda Sulut Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026, Wadah Kreativitas Positif Generasi Muda

​MANADO, Humas Polda Sulut - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) secara resmi menyelenggarakan Turnamen E-sport Kapolda Cup dalam rangka Road to Kapolri Cup 2026, di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, 16-17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam merangkul dan mengarahkan kreativitas generasi muda di Sulawesi Utara ke arah yang positif.

Membuka kegiatan, ​Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana dari PB ESI (Pengurus Besar Esports Indonesia), jajaran panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan turnamen ini.

​"Kehadiran kita di tempat ini membuktikan bahwa sinergi dan komitmen kita untuk memajukan generasi muda di Sulawesi Utara berjalan dengan sangat baik," ujar Kombes Pol Amin Litarso.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi dapat menjadi sarana meningkatkan pengetahuan, mengasah kreativitas, memperluas wawasan, dan membangun jejaring positif.

"​Namun di sisi lain, teknologi tanpa kendali dapat membawa dampak negatif, seperti ketergantungan game, penyebaran berita bohong (hoax), perundungan siber (cyberbullying), judi online, penipuan digital, hingga penurunan interaksi sosial," lanjutnya.

E-sport kini bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang, melainkan telah bertransformasi menjadi industri global dan cabang olahraga prestasi resmi yang menuntut kedisiplinan tinggi, ketahanan mental, kerja sama tim, serta strategi yang matang.

​Turnamen ini diikuti oleh 42 tim perwakilan dari Polresta dan Polres jajaran Polda Sulut. Mereka yang bertanding merupakan tim-tim terbaik yang sebelumnya telah berhasil menyabet gelar juara 1, 2, dan 3 pada seleksi di tingkat Polres/ta masing-masing.

​Kombes Pol Amin Litarso berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, mentaati aturan pertandingan, serta menunjukkan sikap yang baik di dalam maupun di luar arena.

​"Ingatlah bahwa turnamen Kapolres Cup ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi jembatan emas bagi para atlet, sesuai dengan tagline kita: Dream to Become," tegasnya.

​Tim terbaik yang keluar sebagai juara dalam turnamen ini nantinya akan membawa nama harum Sulawesi Utara untuk berlaga di tingkat nasional. Mereka akan bertanding dalam babak Grand Final yang akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 1 hingga 2 Agustus mendatang.