Jumat, 24 Juli 2026

Kadiv Humas Polri: Jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian Perkuat Transformasi Polri Berbasis Riset, Riau Hadirkan Terobosan Green Policing


Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan transformasi Polri menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi terus diperkuat melalui pengembangan ekosistem ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Momentum tersebut ditandai dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau yang menjadi pengembangan baru dalam jejaring pusat studi Polri.

“Transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Karena itu, Polri terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta melalui pengembangan jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian, terdiri atas 40 pusat studi yang telah beroperasi, 5 pusat studi dalam tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, serta 34 pusat studi yang sedang dalam proses penyusunan perjanjian kerja sama. Di samping itu, PTIK juga telah mengembangkan 16 pusat studi tematik sebagai center of excellence yang mengkaji berbagai disiplin ilmu kepolisian. Ekosistem ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya inovasi, pengembangan doktrin, dan kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Kadiv Humas Polri.

Menurut Kadiv Humas, pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau menjadi inovasi yang memperluas spektrum kajian kepolisian. Jika sebelumnya pusat-pusat studi mengembangkan berbagai bidang strategis seperti teknologi kepolisian, keamanan nasional, siber, anti-korupsi, forensik, hingga perlindungan perempuan dan anak, maka pusat studi di Riau menghadirkan fokus baru pada Green Policing dan ecological security sebagai bagian dari tantangan keamanan abad ke-21.

“Keamanan masa depan tidak lagi hanya berbicara mengenai gangguan kamtibmas konvensional. Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta kejahatan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Kehadiran Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Riau merupakan langkah strategis agar Polri memiliki basis riset dan kebijakan yang kuat dalam menjawab tantangan tersebut,” kata Kadiv Humas Polri.

Pembentukan pusat studi tersebut dibahas dalam kunjungan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian PTIK, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., bersama Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., ke Polda Riau, Kamis (23/7), sebagai bagian dari penguatan jejaring pusat studi kepolisian di Indonesia.

Dalam paparannya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menjelaskan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, ancaman terhadap lingkungan hidup, seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam keselamatan masyarakat.

Kapolda Riau menjelaskan implementasi Green Policing dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu prevention, law enforcement, dan restoration. Pendekatan tersebut diperkuat dengan pembangunan budaya organisasi melalui Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter dan profesionalisme setiap insan Bhayangkara.

Selain menjadi wadah penelitian, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan juga diproyeksikan menjadi think tank yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan untuk menghasilkan riset, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.

Dengan karakteristik geografis Riau yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia, hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia, serta tantangan kebakaran hutan dan lahan yang kompleks, Polda Riau dinilai memiliki posisi strategis sebagai living laboratory Green Policing. Pengalaman empiris di lapangan akan dipadukan dengan kajian akademik untuk menghasilkan model pemolisian yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kapolri: Polri Siap Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum Internasional Bersama FBI Hadapi Kejahatan Modern

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam menghadapi perkembangan kejahatan modern yang semakin kompleks, lintas negara, dan melampaui batas yurisdiksi.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Mr. Kash Patel beserta delegasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa FBI merupakan salah satu mitra utama Polri dalam kerja sama penegakan hukum internasional. Menurutnya, hubungan kelembagaan yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kemampuan kedua institusi dalam merespons berbagai ancaman kejahatan transnasional yang terus berkembang.

“Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta memberikan momentum baru bagi penguatan kerja sama penegakan hukum internasional, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks,” ujar Sigit.

Kapolri mengungkapkan, kerja sama Polri dan FBI telah memiliki landasan yang kuat melalui Letter of Intent tentang Kerja Sama Timbal Balik dalam Pengembangan Kapasitas serta Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional yang ditandatangani pada 5 Juli 2019 dan telah diperpanjang hingga tahun 2029.

Menurut Kapolri, kerja sama tersebut juga telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas personel Polri. Hingga saat ini, sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI yang telah diikuti oleh 286 personel Polri. Dukungan tersebut telah memberikan kontribusi penting bagi peningkatan profesionalisme, pengetahuan, dan kemampuan teknis personel Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern,” kata Kapolri.

Kapolri berharap program pengembangan kapasitas bersama tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama pada bidang-bidang tindak pidana yang menjadi prioritas. Polri juga siap mengoptimalkan peran Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan internasional bagi aparat penegak hukum yang telah melibatkan peserta dari 101 negara, termasuk Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri turut menyoroti perkembangan kejahatan siber dan jaringan penipuan daring yang semakin terorganisasi. Berbagai modus seperti pig butchering, love scam, Business Email Compromise, phishing, ransomware, penipuan investasi, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan aset kripto dan aplikasi digital menjadi tantangan yang membutuhkan respons bersama.

“Polri berharap kerja sama operasional dapat diperkuat melalui pertukaran intelijen secara cepat, identifikasi pelaku dan jaringan, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, serta pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih efektif,” ujar Kapolri.

Kapolri juga mendorong penguatan kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme yang kini berkembang dengan memanfaatkan media sosial, platform digital, komunikasi terenkripsi, serta propaganda yang menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda.

“Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan pentingnya kerja sama dalam pemberantasan perdagangan orang dan penyelundupan manusia, termasuk melalui penguatan pertukaran informasi untuk mengidentifikasi pelaku, aliran dana, sarana komunikasi, serta keterkaitan jaringan dengan kejahatan transnasional lainnya.

“Polri berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang dapat diandalkan FBI dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional. Kami berharap audiensi ini dapat meningkatkan pertukaran informasi, kerja sama operasional, pengembangan kapasitas, serta penyelesaian perkara yang menjadi perhatian bersama,” kata Kapolri.

Kunjungan Direktur FBI tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional antara Polri dan FBI sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern demi mewujudkan keamanan bagi masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Respons Cepat, Polsek Likupang Selesaikan Kasus Pertikaian Pelajar Melalui Pendekatan "Problem Solving"

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara melalui jajaran Polsek Likupang merespons cepat aduan masyarakat terkait insiden keributan dan aksi saling pukul antar pelajar yang terjadi di area Terminal Desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur, pada Kamis (23/7/2026). 

​Mendapatkan informasi tersebut, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bergerak cepat turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melerai dan mengamankan kedua pelajar yang terlibat perselisihan, sehingga eskalasi keributan dapat segera dicegah.

​Sebagai langkah pembinaan dan penyelesaian konflik, Bhabinkamtibmas Polsek Likupang, Aipda Achmad Nasucha dan Bripka Styflens Naua, segera memfasilitasi giat Problem Solving (mediasi) di hari yang sama. Mediasi ini mempertemukan kedua pelajar SMA N 1 Likupang FA dan JS, didampingi oleh orang tua masing-masing, serta perwakilan tenaga pendidik dari SMA N 1 Likupang, Ibu Meike Massing, S.Pd.

​Melalui pendekatan kekeluargaan tersebut, permasalahan berhasil diselesaikan secara damai. Kedua belah pihak menyadari kesalahannya, saling memaafkan, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

​Menanggapi penyelesaian kasus tersebut, Kapolres Minahasa Utara, AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, melalui Kasi Humas Polres Minut, Iptu Steven Surentu, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan oleh personel Polsek Likupang di lapangan.

​"Bapak Kapolres Minut sangat mengapresiasi upaya Problem Solving yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di Polsek Likupang. Ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, menjadi problem solver dalam menyelesaikan permasalahan warga secara kekeluargaan agar situasi Kamtibmas tetap kondusif dan keributan tidak meluas," tegas Iptu Steven Surentu saat dikonfirmasi.

​Lebih lanjut, Iptu Steven Surentu menyampaikan imbauan tegas dari Kapolres Minut kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, untuk lebih proaktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak remaja.

​"Kapolres berpesan agar sinergitas antara orang tua, guru, dan aparat keamanan terus ditingkatkan dalam mengawasi anak-anak kita. Masa remaja adalah masa pencarian jati diri yang rentan akan gesekan. Mari bersama-sama kita berikan edukasi dan pengawasan yang ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan masa depan mereka tidak rusak akibat kenakalan remaja," tutup Kasi Humas Iptu Steven Surentu.

​Kegiatan mediasi berjalan dengan aman dan lancar. Dengan selesainya permasalahan ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Likupang dipastikan tetap aman, damai, dan kondusif.

Kamis, 23 Juli 2026

Astamaops Polri Supervisi ke Polda Sulut, Perkuat Transformasi Layanan Kepolisian Berbasis Teknologi

MANADO, Humas Polda Sulut - Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol M. Fadhil Imran, bersama Tim Stamaops Polri melakukan kunjungan kerja ke Polda Sulawesi Utara dalam rangka kegiatan asistensi dan supervisi terkait Command Center, Layanan Polisi 110, Samapta, serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, para pejabat utama Polda Sulut, Kapolresta dan Kapolres jajaran, serta personel operator layanan kepolisian, di aula Tribrata Polda Sulut, Kamis (23/7/2026). 

Menurut Wakapolda, kehadiran Tim Stamaops Polri menjadi momentum penting untuk memperkuat berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan yang selama ini dijalankan Polda Sulut dan jajaran.

Perkembangan teknologi dan tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut Polri untuk terus bertransformasi. Command Center, layanan darurat 110, Samapta, dan SPKT menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Teknologi harus mampu mendukung terwujudnya pelayanan kepolisian yang lebih humanis, responsif, adaptif, prediktif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan Command Center, layanan Polisi 110, Samapta, dan SPKT memiliki peran strategis dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Brigjen Pol Awi Setiyono.

Wakapolda juga mengungkapkan bahwa pada periode 1 Januari hingga 21 Juli 2026, layanan Polisi 110 Polda Sulut telah menerima 31.079 panggilan, dengan 24.125 panggilan berhasil dijawab. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Polda Sulut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Selain itu, Polda Sulut saat ini didukung oleh 81 operator Command Center, 45 personel Samapta, serta 79 titik CCTV yang telah terintegrasi guna mendukung pengawasan dan respons cepat terhadap berbagai kejadian di wilayah hukum Polda Sulut.

Ia juga mengatakan, kehadiran Tim Stamaops Polri dapat menyempurnakan sistem pelayanan, meningkatkan kompetensi personel, serta memperkuat standar pelayanan yang seragam hingga tingkat Polres.

"Hasil asistensi dan supervisi nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut guna mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, modern, dan terpercaya," pungkasnya.

Polres Minut Lakukan Pra Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun 2026

Airmadidi, Humas Polres Minut – Dalam rangka mempersiapkan dan memastikan tertib administrasi secara menyeluruh, Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara (Minut) menggelar kegiatan Pra Audit Kinerja Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Aula Satya Haprabu, Mapolres Minut. Pelaksanaan Pra Audit ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Minut, Kompol Thely Mawidingan, S.E., yang mewakili Kapolres Minut, dengan didampingi oleh Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Polres Minut, Iptu Ronny Raturandang.

Turut hadir Kabag Ren AKP Dicky Onthoani, SH, Kasi Keu dan Iptu Billy A. Rompas, S.IP, S.H, M.A.P dan sebagai peserta dan objek pemeriksaan dalam kegiatan ini adalah para Perwira Urusan Administrasi (Paurmin) dari tiap Bagian dan Satuan Fungsi (Bag/Sat), serta para Kepala Seksi Umum (Kasium) dari seluruh Polsek jajaran Polres Minut.

Pra Audit Kinerja ini merupakan langkah strategis sekaligus upaya early warning system (sistem deteksi dini) yang dilakukan oleh jajaran Polres Minut sebelum menghadapi audit resmi dari tim Itwasum Polri. Fokus utama dalam pra audit ini meliputi pengecekan aspek Pelaksanaan dan Pengendalian, yang mencakup:
 * Kelengkapan administrasi dan manajemen operasional.
 * Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).
 * Sarana dan prasarana (Logistik).
 * Pertanggungjawaban keuangan (Perwabku) dan pengelolaan anggaran.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Wakapolres Minut Kompol Thely Mawidingan, S.E., menekankan pentingnya kesiapan dan ketelitian dari setiap Satuan Fungsi dan Polsek jajaran.

"Kegiatan Pra Audit ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana konsultasi dan perbaikan. Saya minta seluruh Paurmin dan Kasium proaktif dalam menyajikan dokumen yang dibutuhkan. Segera lengkapi dan perbaiki apabila ada kekurangan administrasi, sehingga pada saat tim Itwasum Polri turun langsung, kita sudah siap dan meminimalisir adanya temuan yang bersifat krusial," tegas Kompol Thely.

Melalui kegiatan ini, Polres Minahasa Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola birokrasi yang baik (Good Corporate Governance) guna mewujudkan institusi Polri yang Presisi.

Wakapolri kepada 282 Perwira Remaja Akpol: Kepercayaan Masyarakat Dibangun dari Integritas

Jakarta – Sebanyak 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 Batalyon Ksatrya Hawin Sarwahita Tahun 2026 mengikuti Tradisi Penyambutan Perwira Remaja di Rupatama Mabes Polri, Rabu (22/7). Tradisi ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., sebagai penanda dimulainya fase baru pembentukan para lulusan Akademi Kepolisian. 

Sebanyak 282 Perwira Remaja, yang terdiri atas 249 Polisi Laki-laki (Polki) dan 33 Polisi Wanita (Polwan), mengikuti rangkaian tradisi penghormatan kepada Panji-panji Kepolisian Negara Republik Indonesia, pembacaan ikrar, tradisi mencium Panji-panji Kepolisian, pengalungan bunga, hingga penyerahan pedang perwira. Prosesi tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga peneguhan komitmen moral untuk mengemban nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap langkah pengabdian.

Tradisi penyambutan ini menjadi gerbang awal pembentukan karakter kepemimpinan para Perwira Remaja sebelum memasuki tahapan pendidikan sebagai Pasis. Pada fase tersebut, mereka akan dipersiapkan untuk memahami dinamika organisasi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta membangun kesiapan menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Dalam amanatnya, Wakapolri menegaskan bahwa pangkat perwira bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses belajar yang lebih besar sebagai calon pemimpin Polri.

“Hari ini adalah hari kebanggaan, tetapi esok adalah hari pembuktian. Bangsa ini menaruh harapan besar di pundak kalian. Jadilah perwira yang cerdas, berintegritas, humanis, dan adaptif, dengan Tribrata serta Catur Prasetya sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian,” tegas Wakapolri.

Menurut Wakapolri, bekal terpenting yang harus dimiliki seorang perwira bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut tidak dibangun oleh pangkat maupun kewenangan, melainkan melalui integritas, keteladanan, profesionalisme, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa satu tindakan yang menyimpang dapat mengurangi kepercayaan publik yang selama ini dibangun oleh seluruh anggota Polri. Karena itu, setiap Perwira Remaja harus menjaga kehormatan institusi melalui sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.

Wakapolri juga menekankan bahwa para Perwira Remaja akan mengabdi pada era yang penuh perubahan. Perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan baru, mulai dari kejahatan siber, penyebaran hoaks, radikalisme digital, hingga kejahatan transnasional. Kondisi tersebut menuntut setiap perwira untuk terus belajar, menguasai teknologi, memanfaatkan data, serta mengedepankan pendekatan ilmiah dalam setiap pengambilan keputusan.

Selain itu, setiap wilayah penugasan memiliki karakteristik sosial, budaya, dan tantangan keamanan yang berbeda. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi, memahami masyarakat, serta menghadirkan solusi yang tepat menjadi kualitas kepemimpinan yang harus terus dibangun sejak masa pendidikan.

Mengakhiri amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh Perwira Remaja menjadikan masa pendidikan sebagai Pasis sebagai momentum untuk memperkuat karakter, wawasan, dan integritas sebelum terjun mengemban amanah di tengah masyarakat.

Tradisi Penyambutan Perwira Remaja menjadi penanda bahwa perjalanan mereka sebagai pemimpin Polri baru saja dimulai. Dari fase inilah akan lahir perwira-perwira yang tidak hanya cakap dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan Polri dalam mengawal pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 22 Juli 2026

Hindari Kemacetan Antrean BBM, Sat Lantas Polres Minut Lakukan Pengaturan Arus Lalu Lintas di Depan MIS Kolongan

Airmadidi, Humas Polres Minut – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Minahasa Utara melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di depan SPBU kawasan MIS Kolongan guna mengantisipasi kemacetan akibat meningkatnya antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak (BBM), Rabu (22/7/2026). 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Minahasa Utara, Iptu Ismail Diko, S.Sos, bersama personel Sat Lantas. Pengaturan dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar, aman, dan tertib, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh kepadatan kendaraan di sekitar lokasi SPBU.

Personel Sat Lantas mengatur kendaraan yang keluar masuk area SPBU, mengurai kepadatan arus lalu lintas, serta memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib saat mengantre dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Kasat Lantas Iptu Ismail Diko, S.Sos mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya di lokasi yang berpotensi terjadi kepadatan kendaraan.

Polres Minahasa Utara mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga ketertiban saat mengantre BBM, serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara demi terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif.