Minggu, 19 Juli 2026

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono Sigap Bantu Korban Laka Lantas

MANADO, Humas Polda Sulut - Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono menunjukan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat saat menemukan seorang korban kecelakaan lalu lintas di tengah perjalanan, di Ring Road Manado, Sabtu (18/7/2026).

Brigjen Pol Awi Setiyono langsung menghentikan kendaraan yang ditumpanginya untuk memastikan kondisi korban serta mengoordinasikan langkah-langkah pertolongan di lokasi kejadian. Tindakan cepat tersebut dilakukan guna memastikan korban segera mendapatkan bantuan medis.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik Polda Sulut menuju fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, personel kepolisian yang berada di lokasi turut melakukan pengamanan area kecelakaan dan mengatur arus lalu lintas agar proses evakuasi berjalan lancar serta mencegah terjadinya kecelakaan susulan.

Aksi spontan yang dilakukan Wakapolda Sulut tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah situasi darurat dinilai menjadi cerminan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain memastikan korban memperoleh penanganan yang cepat, Brigjen Pol Awi Setiyono juga mengingatkan pentingnya kesadaran berlalu lintas sebagai upaya menekan angka kecelakaan di jalan raya.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Gunakan helm berstandar SNI, patuhi aturan lalu lintas, dan hindari berkendara dengan kecepatan tinggi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada petugas apabila menemukan peristiwa kecelakaan di jalan. Menurutnya, kecepatan informasi dan penanganan dapat menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa korban.

Kapolsek Dimembe Bersama Jajaran Sambang Rumah Duka Ayah Dari Brigadir Hendrik Dondokambey

Airmadidi, Humas Polres Minut - Bertempat di Desa Kuwil Jaga VI, Kecamatan Kalawat, Mewakili Kapolres Minut AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, SIK, M.Si Kapolsek Dimembe IPDA Juan A. V. Rumbajan, S.H bersama jajaran telah melaksanakan kegiatan sambang ke rumah duka Alm. Bapak Berty Boy Dondokambey, ayah dari Brigadir Hendrik Dondokambey, anggota Polsek Dimembe.
 
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Kapolsek Dimembe IPDA Stanly Malope, S.Sos serta seluruh personil Polsek Dimembe lainnya. Jumat (17/7/2026). 
 
Kehadiran pimpinan beserta rekan sejawat ini merupakan wujud nyata rasa empati, kepedulian, serta dukungan moril bagi keluarga yang sedang berduka. Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memberikan kekuatan dan ketabahan bagi Brigadir Hendrik Dondokambey beserta seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.
 
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi, menjaga keharmonisan, serta memperkokoh rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang erat antara pimpinan dengan seluruh anggota di lingkungan Polsek Dimembe.
 
Kami sekeluarga besar Polres Minut dan Polsek Dimembe mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya yang Maha Pengasih, dan ditempatkan di tempat yang paling indah. Serta semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan yang besar.

#PolriPresisi #polresminutHEBAT #polriuntukmasyarakat #callcenter110 #turutdukacita

Sabtu, 18 Juli 2026

Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri


Sorong, Papua Barat Daya – Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M.Si., mendorong transformasi pelayanan kepolisian melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli agar mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komjen Pol. Fadil Imran saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel yang bertugas di lapangan.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan, dengan 2.672 panggilan berhasil dijawab dan success call rate mencapai 88,18 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 80,37 persen sekaligus menempatkan Polresta Sorong Kota pada posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil.

Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

Ia menjelaskan bahwa alur pelayanan harus berjalan secara utuh, dimulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Astamaops Kapolri meminta jajaran mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari waktu laporan diterima, waktu penugasan personel, hingga waktu kedatangan anggota di lokasi. Pengukuran tersebut dinilai penting agar pimpinan dapat mengetahui setiap tahapan pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Selain memperkuat Layanan Polisi 110, Fadil juga menekankan pentingnya integrasi antar fungsi kepolisian agar masyarakat tidak dibebani dengan struktur internal organisasi.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tegasnya.

Menurutnya, Layanan Polisi 110, Pamapta, SPKT, Samapta, patroli, Lantas hingga Reskrim harus menjadi bagian dari satu sistem pelayanan yang saling terhubung sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera berubah menjadi keputusan operasional dan tindakan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadil juga memperkenalkan paradigma baru mengenai fungsi Command Center. Ia menegaskan bahwa Command Center tidak boleh dipandang semata sebagai ruangan dengan layar besar dan teknologi canggih, melainkan sebagai pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, dan memastikan setiap persoalan masyarakat terselesaikan.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu kelengkapan fasilitas untuk mulai membangun sistem pelayanan yang efektif. Menurutnya, Command Center dapat berjalan optimal selama memiliki operator yang siap, Layanan Polisi 110 yang aktif, komunikasi radio yang terhubung, data personel yang dapat digerakkan, serta pimpinan yang mampu mengambil keputusan secara cepat.

Selain memperkuat pelayanan yang bersifat responsif, Astamaops Kapolri juga mendorong pemanfaatan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan kejahatan.

Berdasarkan data DORS Polri, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.429 kasus kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, sedangkan periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 1.503 kasus. Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi jenis kejahatan yang paling dominan, dengan 613 kasus pada tahun 2025 dan 363 kasus selama Januari–Juni 2026.

Fadil meminta data tersebut tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi diterjemahkan menjadi informasi operasional melalui pemetaan lokasi dan waktu rawan kejahatan sehingga patroli dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

"Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," ujarnya.

Ia berharap pendekatan berbasis data mampu mengubah pola kerja kepolisian dari yang semula lebih banyak bersifat reaktif menjadi semakin preventif melalui kehadiran personel pada lokasi dan waktu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menutup arahannya, Fadil menegaskan bahwa seluruh transformasi tersebut pada akhirnya bertujuan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin cepat, humanis, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Pada akhirnya, masyarakat tidak menilai seberapa canggih teknologi yang kita miliki ataupun seberapa besar layar yang ada di Command Center. Masyarakat menilai apakah ketika membutuhkan pertolongan, polisi dapat hadir dengan cepat dan membantu menyelesaikan masalahnya," pungkasnya.

Polres Minut Fasilitasi Ibadah Bagi Tahanan, Wujudkan Pembinaan Spiritual di Balik Jeruji

Airmadidi, Humas Polres Minut – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepada para tahanan, tidak hanya melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui pembinaan mental dan spiritual. Sebagai wujud kepedulian tersebut, Polres Minut memfasilitasi kegiatan ibadah dan pelayanan rohani bagi para tahanan yang berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Minut, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan pelayanan rohani dipimpin oleh Pdt. Audy Rundengan bersama tim pelayanan dari Gereja GBBI Syalom Kalawat, serta didampingi oleh Kasat Tahti Polres Minut, Ipda Iskandar Mokoagow.

Melalui kegiatan ini, para tahanan memperoleh siraman rohani, penguatan mental, serta motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa tahanan. Pembinaan spiritual ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, membangun karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal positif bagi para tahanan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Polres Minut berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang humanis kepada seluruh tahanan, termasuk pemenuhan hak mereka untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Kegiatan pembinaan rohani ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung proses pembinaan agar para tahanan dapat menjalani masa hukuman dengan lebih baik serta memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Jumat, 17 Juli 2026

Perkuat Soliditas, TNI-Polri dan Forkopimda Sulut Gelar Olahraga Bersama di Megamas Manado

MANADO, Humas Polda Sulut - Semangat kebersamaan dan sinergitas antarinstansi kembali ditunjukkan melalui kegiatan olahraga bersama TNI, Polri dan Forkopimda Sulawesi Utara yang digelar di Lapangan Basket Megamas Manado, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, jajaran Forkopimda Sulut, para Pejabat Utama Polda Sulut, pejabat TNI serta diikuti personel TNI, Polri dan ASN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama yang berlangsung penuh keakraban. Selanjutnya para peserta mengikuti senam bersama yang berlangsung meriah, dan diakhiri dengan pembagian doorprize menarik.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus mengatakan, olahraga bersama bukan hanya menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, tetapi juga momentum mempererat hubungan yang sudah terjalin serta memperkuat komunikasi antara TNI, Polri dan seluruh unsur Forkopimda.

"Sinergitas yang terjalin dengan baik akan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan daerah, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa soliditas TNI-Polri bersama Forkopimda harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan yang harmonis antarinstansi semakin kuat sehingga koordinasi dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan, perlindungan dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Melalui kebersamaan yang terbangun, TNI, Polri dan Forkopimda semakin solid dalam menjaga keamanan, ketertiban dan mendukung kemajuan Sulawesi Utara,” ujar Kapolda.

Kegiatan olahraga bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Kebersamaan dan Integritas dalam Membangun NKRI.”