Selasa, 29 September 2026

Polda Sulut Bekali Puluhan Pegawai Negeri Pada Polri Keterampilan Menjelang Masa Purna Dinas

MANADO, Humas Polda Sulut - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menggelar pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) yang akan memasuki masa pengakhiran dinas, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Catur Prasetya Polda Sulut tersebut dibuka oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi, serta dihadiri para Pejabat Utama Polda Sulut, narasumber dan 80 peserta pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi menyampaikan bahwa masa pengakhiran dinas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjalanan dan kehidupan baru di tengah masyarakat.

“Ketika memasuki masa pensiun, kita harus tetap memiliki semangat untuk berkarya. Ada empat hal yang perlu menjadi pedoman, yaitu membuat legacy atau warisan yang baik, ikhlas menerima perubahan, memiliki damai di hati, serta tetap bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Wakapolda.

Menurutnya, legacy tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kebaikan, keteladanan, pengalaman dan nilai-nilai positif yang ditinggalkan selama menjalankan tugas maupun setelah kembali ke masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menerima masa pensiun dengan ikhlas, tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat, memiliki kedamaian dalam hati, serta terus memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kita miliki,” lanjutnya.

Kapolda melalui Wakapolda juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang merupakan wujud sinergitas antara Polri dengan sejumlah pihak, di antaranya Bank BNI, ASABRI, Dinas UMKM Provinsi Sulawesi Utara, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu serta para narasumber.

Ia menegaskan, pengakhiran masa dinas merupakan awal dari episode kehidupan baru ketika personel kembali berada di tengah masyarakat. Karena itu, para peserta diharapkan mampu mengelola waktu, tenaga dan potensi yang dimiliki dengan tetap menjaga nama baik pribadi maupun institusi Polri serta menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

"Pelatihan ini juga diarahkan untuk membantu para peserta mempersiapkan diri, baik secara mental maupun keterampilan. Berdasarkan pemetaan minat, bidang perdagangan, UMKM dan perikanan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bekal setelah masa dinas berakhir," ujar Wakapolda.

Wakapolda berharap pembekalan tersebut dapat memberikan gambaran dan motivasi kepada para peserta agar tidak merasa kehilangan arah ketika memasuki masa pensiun.

“Setelah pensiun, kita tetap harus produktif. Gunakan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki untuk melakukan hal-hal positif, sehingga kehadiran kita tetap dirasakan dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” pungkasnya.

Patroli Kasih Presisi Polsek Likupang Intensifkan KRYD, Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif di Kampung Ambong


Likupang Timur – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel Polsek Likupang melaksanakan kegiatan Patroli Kasih Presisi dalam bentuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu (27/9/2026). 

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Aipda Achmad Nasucha dan Bripka Ralph Sasinggala dengan menyasar titik-titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas, khususnya di Desa Likupang Kampung Ambong, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam pelaksanaannya, personel patroli menyambangi warga yang sedang beraktivitas serta melakukan dialog secara langsung guna menyerap informasi dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Masyarakat diimbau untuk terus menjaga keamanan lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta memperkuat kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Selain itu, personel Polsek Likupang juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun kejadian yang memerlukan kehadiran aparat kepolisian. Polsek Likupang siap merespons setiap laporan masyarakat dan segera mendatangi lokasi guna mengambil langkah-langkah kepolisian yang diperlukan.

Melalui kegiatan Patroli Kasih Presisi dan KRYD yang dilaksanakan secara rutin, Polsek Likupang berharap terjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Likupang.

Senin, 28 September 2026

Kapolda Sulut Pimpin Apel Persada Pemakaman Kombes Pol Steidy Raranta di Noongan

MINAHASA, Humas Polda Sulut — Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. memimpin apel persada upacara pemakaman almarhum Kombes Pol Steidy Raranta, S.I.K., yang berlangsung di pekuburan keluarga di Desa Noongan, Kabupaten Minahasa, Senin (28/9/2026).

Upacara pemakaman dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Dr. Susetio Cahyadi, para Pejabat Utama Polda Sulut, Bhayangkari, Kapolres jajaran, personel Bidhumas Polda Sulut, personel Polres Minahasa, keluarga yang berduka serta rekan-rekan almarhum.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum Kombes Pol Steidy yang menjabat sebagai Kabid Humas Polda Sulut tersebut terlebih dahulu dilepas dari rumah duka di Manembo-nembo, Kota Bitung. Prosesi pelepasan di rumah duka dipimpin oleh Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol F. Raimond Ukoli.

Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa ke Mapolda Sulut untuk mendapat penghormatan terakhir. Suasana haru dan duka menyelimuti prosesi penghormatan terakhir tersebut. Kapolda Sulut, Wakapolda Sulut, Forkopimda, para Pejabat Utama Polda Sulut, Bhayangkari, Kapolresta, para Kapolres, serta seluruh personel turut hadir memberikan penghormatan kepada almarhum.

Usai prosesi penghormatan terakhir di Mapolda Sulut, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Desa Noongan, Minahasa, untuk dimakamkan di pekuburan keluarga.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulut AKBP Peter Gosal, S.H., M.H. menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya Kombes Pol Steidy Raranta.

“Atas nama keluarga besar Bidhumas Polda Sulut, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Kombes Pol Steidy Raranta. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan,” ujar AKBP Peter Gosal.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian bagi institusi Polri, khususnya Polda Sulut.

“Semoga segala amal dan pengabdian almarhum selama bertugas menjadi kenangan yang baik bagi kita semua. Kami juga mengajak seluruh personel untuk bersama-sama mendoakan almarhum dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Kepergian Kombes Pol Steidy Raranta meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polda Sulut. Seluruh jajaran menyampaikan penghormatan dan doa terbaik bagi almarhum serta berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan.

Kapolda Sulut Pimpin Sertijab, Brigjen Pol Susetio Cahyadi Resmi Jabat Wakapolda

MANADO, Humas Polda Sulut - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Sulut dari Irjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum kepada Brigjen Pol Dr. Susetio Cahyadi, S.I.K., M.M., M.H., CFrA., CSA, di Lapangan Presisi Mapolda Sulut, Senin (28/9/2026).

Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026.

Brigjen Pol Susetio Cahyadi sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri. Sementara itu, Irjen Pol Awi Setiyono selanjutnya dipercaya mengemban jabatan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I SESPIM Lemdiklat Polri.

Upacara sertijab dihadiri para pejabat utama Polda Sulut, Kapolresta dan para Kapolres jajaran, Bhayangkari serta seluruh personel Polda Sulut.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulut AKBP Peter Gosal, S.H., M.H. mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan kebutuhan institusi dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

“Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus proses pembinaan karier personel. Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalisme dan dedikasi,” ujarnya.

Kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan acara kenal pamit yang dilaksanakan secara sederhana di aula Mapolda dan pelepasan pejabat lama di halaman Mapolda Sulut, diikuti oleh seluruh personel Polda Sulut.

Satlantas Polres Minut Gelar Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar Di Jalan Interchange Maumbi


MINAHASA UTARA, Humas Polres Minut – Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Minahasa Utara melaksanakan kegiatan antisipasi balap liar di Jalan Interchange Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (26/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 23.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Minut IPTU Ismail Diko, S.Sos., bersama personel Satlantas, yakni Kanit Turjawali, AIPTU Hardi Marbun, AIPTU Suratman H, AIPDA Rico Djurutuli, Brigadir M. Karundeng, dan Briptu Hizkia Wowor.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Interchange Maumbi guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, kemacetan, serta mencegah potensi kejahatan jalanan. Selain itu, patroli rutin juga dilakukan untuk memantau aktivitas kelompok remaja yang berpotensi melakukan aksi balap liar.

Patroli ini merupakan langkah preventif Polres Minut untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas pada malam hingga dini hari. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Minut IPTU Ismail Diko, S.Sos., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satlantas dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif.

“Kami terus melakukan patroli dan pengawasan di titik-titik yang berpotensi dijadikan lokasi balap liar. Selain membahayakan pelaku, aksi balap liar juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Karena itu kami mengimbau para orang tua untuk turut mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari, serta mengajak para generasi muda untuk menyalurkan hobi otomotif melalui kegiatan yang positif dan sesuai aturan,” ujar IPTU Ismail Diko, S.Sos.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi di Jalan Interchange Maumbi terpantau aman, lancar, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aktivitas balap liar selama pelaksanaan patroli, sementara arus lalu lintas berlangsung normal hingga kegiatan berakhir. Satlantas Polres Minut akan terus meningkatkan patroli rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah Kabupaten Minahasa Utara.

Minggu, 27 September 2026

Tim URC Polres Minut Amankan Terduga Pelaku Pencurian di PT Mitra Hijau Asia


AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Minahasa Utara berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di area PT Mitra Hijau Asia, Desa Paniki Atas, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (25/9/2026).

Penanganan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/712/IX/2026/SPKT/Res Minut/Polda Sulut. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Minahasa Utara di bawah pimpinan Katim URC IPDA Jonathan Marpaung, S.Tr.K., segera melakukan serangkaian tindakan kepolisian berupa pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, serta penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Tim URC berhasil mengidentifikasi terduga pelaku yang diketahui berinisial FT (30). Selanjutnya, tim melakukan pencarian secara intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan di wilayah Desa Paniki Atas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.

Setelah diamankan, terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolres Minahasa Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mesin dap air, dua alat timbang, empat belas galon disinfektan, dan satu buah martil yang diduga berkaitan dengan tindak pidana yang dilaporkan.

Hingga saat ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengamankan terduga pelaku, serta melengkapi administrasi penyidikan. Selanjutnya, penyidik akan melaksanakan pemeriksaan lanjutan, melengkapi berkas perkara, serta melakukan proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Plt. Kapolres Minahasa Utara AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K. melalui Kasi Humas IPTU Steven Surentu menyampaikan bahwa Polres Minahasa Utara berkomitmen menindak tegas setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kerja cepat Tim URC dan Satreskrim Polres Minahasa Utara dalam mengungkap kasus ini. Kepolisian akan terus melakukan upaya penegakan hukum secara profesional dan transparan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” ujar IPTU Steven Surentu.

Polres Minahasa Utara menegaskan bahwa proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Sabtu, 26 September 2026

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan 4 PNS Polri Naik Pangkat


JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) Perwira Tinggi (Pati) dan PNS Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 50 Pati Polri dan 4 PNS Polri menerima kenaikan pangkat dalam upacara tersebut.

Dari 50 Pati Polri yang naik pangkat, satu personel memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.), 15 personel menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dan 34 personel menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Salah satu Pati yang naik pangkat menjadi Komjen Pol. adalah Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. selaku Astamaops Kapolri. Sementara sejumlah Pati yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol. di antaranya Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. selaku Kadivhubinter Polri, Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. selaku Kapolda Sulut., serta Dr. Wawan Muliawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Wakabaintelkam Polri.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 34 Pati Polri menjadi Brigjen Pol., di antaranya Dally Achmad Mutiara, S.I.K., Zefanja Honpry Dapas, S.I.K., M.Si., dan Dr. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H.

Selain Pati Polri, Korprapot juga diikuti dengan kenaikan pangkat bagi empat PNS Polri. Kenaikan pangkat tersebut terdiri atas tiga PNS menjadi Pembina Utama dan satu PNS menjadi Pembina Utama Madya.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel selama menjalankan tugas. Menurutnya, kenaikan pangkat sekaligus menjadi amanah untuk meningkatkan tanggung jawab dalam memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

“Setiap kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel. Namun, di balik kenaikan pangkat tersebut terdapat amanah dan tanggung jawab yang semakin besar untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa, dan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Irjen Pol. Johnny menambahkan, kenaikan pangkat juga merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus bentuk kepercayaan organisasi. Para personel yang menerima kenaikan pangkat diharapkan dapat terus menjaga kehormatan institusi dan menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas.

“Harapannya, kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi pencapaian secara pribadi, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan humanis,” tutupnya.

Bhabinkamtibmas Desa Tumaluntung Lakukan Deteksi Dini Dan Himbauan Cegah Karhutla Di Kawasan Kaki Gunung Klabat

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bhabinkamtibmas Desa Tumaluntung, Aiptu Gilmar Rizal, melaksanakan kegiatan deteksi dini, monitoring, dan himbauan kepada masyarakat di Pangkalan Ojek Perum Agape Griya, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (24/9/2026) 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Aiptu Gilmar Rizal selaku Bhabinkamtibmas Desa Tumaluntung bersama masyarakat setempat yang beraktivitas di kawasan Pangkalan Ojek Perum Agape Griya.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Gilmar Rizal menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan yang berada di kawasan kaki Gunung Klabat. Ia mengingatkan bahwa Perum Agape Griya berada dekat dengan kawasan hutan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di musim kemarau.

Bhabinkamtibmas juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, baik untuk membuka lahan baru maupun membersihkan lahan lama. Apabila menemukan adanya oknum yang melakukan pembakaran, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, tindakan pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan, tidak hanya terhadap lingkungan hidup, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Kondisi cuaca panas dan kering saat ini dapat memicu penyebaran api secara cepat sehingga berisiko menyebabkan kebakaran yang lebih luas.

Kegiatan deteksi dini, monitoring, dan himbauan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga yang hadir menerima dengan baik pesan-pesan yang disampaikan dan menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban di wilayah Desa Tumaluntung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga lingkungan, mencegah terjadinya karhutla, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Kauditan.

Plt.Kapolres Minahasa Utara AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K. melalui Kasi Humas IPTU Steven Surentu menambahkan "Polres Minahasa Utara terus mengedepankan langkah preventif melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan maupun lahan. Kepedulian bersama sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat."

Jumat, 25 September 2026

Dipimpin Kapolri, Kapolda dan Wakapolda Sulut Naik Pangkat Setingkat Lebih Tinggi

MANADO, Humas Polda Sulut - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. bersama Wakapolda Sulut Irjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat Brigjen Pol menjadi Irjen Pol.

Prosesi kenaikan pangkat dilaksanakan melalui Upacara Korps Raport yang berlangsung di Rupatama Mabes Polri, dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jumat (25/9/2026).

Kenaikan pangkat Perwira Tinggi juga dialami oleh mantan Kapolda Sulut yang kini menjabat sebagai Astamaops Kapolri, Komjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. dan sejumlah Pati lainnya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Steidy Raranta mengatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah dari institusi yang diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Kapolda bersama Wakapolda Sulut yang baru saja dinaikkan pangkat setingkat lebih tinggi.

"Kenaikan pangkat bukan sekedar penghargaan atas perjalanan karier, tetapi juga amanah yang mengandung tanggung jawab lebih besar. Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Kapolda dan Wakapolda Sulawesi Utara," ujar Kabid Humas.

Menurutnya, kenaikan pangkat yang dipimpin langsung oleh Kapolri menjadi simbol penghargaan institusi atas dedikasi dan prestasi personel, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk terus menghadirkan Polri yang responsif, humanis, profesional, serta semakin dipercaya masyarakat," tambahnya.

Kenaikan pangkat ini diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, soliditas organisasi, serta kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan yang semakin optimal.

Bhabinkamtibmas Kauditan Hadiri Posbindu dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas kepada Masyarakat

AIRMADIDI, Humas Polres Minut - Bhabinkamtibmas Polsek Kauditan, Briptu Aldy Sajow, melaksanakan kegiatan sambang dan menghadiri kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang digelar di Desa Kauditan II, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (24/9/2026) mulai pukul 08.30 Wita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat Desa Kauditan II. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan Posbindu merupakan bagian dari upaya Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Briptu Aldy Sajow menyampaikan sejumlah pesan dan himbauan kamtibmas kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjalin koordinasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa maupun pihak kepolisian dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Briptu Aldy Sajow juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan atau kebun secara sembarangan, mengingat kondisi cuaca yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Himbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan guna menghindari kerugian yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran.

Kegiatan sambang dan penyampaian pesan-pesan kamtibmas tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Warga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bhabinkamtibmas yang secara aktif memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Minahasa Utara.

Kamis, 24 September 2026

Gelar FGD Transformasi Layanan SKCK, Polri Dorong Integrasi Data Lintas Kementerian/Lembaga


JAKARTA – Polri mendorong transformasi layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari sekadar layanan digital menjadi bagian dari ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Joint Commitment “Transformasi Ekosistem Tata Kelola Layanan SKCK Terintegrasi dalam Mendukung Integrasi Pelayanan Publik Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar Direktorat Keamanan Khusus Baintelkam Polri di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Direktur Keamanan Khusus Baintelkam Polri Brigjen Pol. Antonius Dwi Hendro Sunarko mengatakan, transformasi layanan SKCK perlu diarahkan pada keterhubungan data, keselarasan proses bisnis, interoperabilitas antarsistem, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

“Transformasi harus diarahkan dari digitalisasi menuju integrasi, dari aplikasi menuju ekosistem, dan dari pertukaran dokumen menuju interoperabilitas data, serta dari pola kerja sektoral menjadi kolaborasi,” ujar Antonius.

Menurutnya, SKCK memiliki keterkaitan dengan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, administrasi pemerintahan, hingga layanan lainnya. Kondisi tersebut membuat integrasi data menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan SKCK.

Antonius menjelaskan, pengembangan Integra SKCK tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem yang telah berjalan, melainkan mengintegrasikan dan memperkuat ekosistem yang sudah tersedia. Integrasi tersebut mencakup data, persyaratan, proses verifikasi, hingga keterhubungan antarinstansi.

“Tidak ada satu institusi pun yang dapat membangun ekosistem pelayanan terintegrasi secara sendiri-sendiri, termasuk juga Polri. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci,” katanya.

Dalam implementasinya, layanan SKCK Polri saat ini telah terhubung dengan sejumlah basis data pemerintah, di antaranya Dukcapil, Ditjen Imigrasi, Bareskrim, dan BPJS. Polri juga terus mengembangkan layanan SKCK secara digital yang telah diterapkan secara maksimal sejak 2025.

Selain integrasi data, Polri menyiapkan pengembangan layanan yang semakin memudahkan masyarakat. Salah satunya melalui konsep pencetakan SKCK secara mandiri yang saat ini masih dalam tahap uji coba menggunakan 10 mesin di Jakarta dan direncanakan untuk dikembangkan pada 2027.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Dr. Ir. Ismail, M.T. mengapresiasi inisiatif Baintelkam Polri dalam mendorong integrasi layanan SKCK.

“Inisiatif yang dilakukan oleh Baintelkam Polri ini merupakan sebuah inisiatif untuk mengolaborasikan dan mengintegrasikan layanan SKCK yang merupakan salah satu layanan dasar bagi masyarakat, agar masyarakat dimudahkan ke depan,” ujar Ismail.

FGD tersebut turut melibatkan BPJS Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian PANRB. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Joint Commitment sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat integrasi dan transformasi tata kelola layanan SKCK.

Melalui penguatan integrasi data dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga, Polri mendorong layanan SKCK yang semakin terhubung, sederhana, aman, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Polda Sulut Catat 370 Kejadian Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Terdampak

MANADO, Humas Polda Sulut - Polda Sulawesi Utara bersama jajaran terus meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Utara.

Berdasarkan rekapitulasi data karhutla periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 370 kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah hukum Polres dan Polresta jajaran Polda Sulut. Dari kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 2.653,76 hektare, sementara 2.453,76 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Steidy Raranta mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran kepolisian untuk terus memperkuat upaya pencegahan, pemantauan serta penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat.

“Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada kondisi cuaca yang relatif kering karena api dapat dengan cepat meluas,” ujar Kombes Pol Steidy Raranta.

Ia menambahkan, personel Polri di jajaran Polda Sulut terus melakukan pemantauan wilayah yang rawan terjadi kebakaran serta mengambil langkah cepat ketika menerima informasi adanya titik api.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan karhutla. Kecepatan informasi dan penanganan sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” jelasnya.

Kabid Humas juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita cegah karhutla sejak dini demi keamanan masyarakat dan kelestarian alam Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Polsek Dimembe Amankan Pelaku Penganiayaan di Talawaan

AIRMADIDI, Humas Polres Minut - Personel Polsek Dimembe mengamankan seorang pria berinisial JS (22), warga Desa Talawaan Jaga II, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap DT (31), warga Desa Talawaan Jaga V, pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban tiba di rumah saksi di Desa Talawaan Jaga V dalam keadaan terburu-buru setelah sempat dihadang oleh terduga pelaku di perjalanan. Tidak lama kemudian, terduga pelaku mendatangi rumah tersebut dan menantang korban untuk berkelahi.

Korban yang berupaya menghindari konflik dan meminta maaf justru diduga menjadi sasaran penganiayaan. Terduga pelaku diduga menendang bagian perut korban, memukul bahu kiri, serta memukul pipi kiri korban menggunakan sandal hingga mengakibatkan luka lebam. Korban kemudian menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah, sementara saksi meminta bantuan warga sekitar karena terduga pelaku sempat berupaya mengejar korban.

Sekitar pukul 17.25 Wita, korban bersama istrinya mendatangi Polsek Dimembe untuk melaporkan kejadian tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Dimembe bersama Tim Opsnal segera melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap terduga pelaku.

Pada pukul 19.47 Wita, terduga pelaku berhasil ditemukan dan diamankan di wilayah Talawaan Jaga VII. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu bilah senjata tajam jenis kerambit yang disimpan di bagian pinggang terduga pelaku. Senjata tajam tersebut memiliki panjang sekitar 19 sentimeter dengan gagang dan sarung berwarna hitam.

Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter menunjukkan bahwa korban mengalami luka lebam atau bengkak pada bagian pipi kiri serta kemerahan pada bagian perut yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa terduga pelaku diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung. Dugaan sementara, peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku. Namun demikian, motif dan rangkaian kejadian secara menyeluruh masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Dimembe untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. 

Plt. Kapolres Minahasa Utara AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasi Humas Polres Minahasa Utara IPTU Steven Surentu, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah merespons laporan masyarakat dengan cepat dan saat ini terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan permasalahan dengan tindakan kekerasan. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui cara-cara yang baik dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas maupun tindak pidana," ujar IPTU Steven Surentu.

Ia menambahkan bahwa Polres Minahasa Utara dan jajaran akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif, termasuk patroli serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya minuman keras dan kepemilikan senjata tajam tanpa hak.

"Saat ini perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," tutupnya.

Rabu, 23 September 2026

POLRI PERKUAT TATA KELOLA MELALUI REKOMENDASI KPRP DALAM BUKU POLICE GOVERNANCE


Jakarta – Polri terus memperkuat tata kelola melalui pengayaan gagasan dan implementasi rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Salah satunya melalui pembahasan buku Police Governance yang mengangkat berbagai perspektif mengenai penguatan kelembagaan, efektivitas organisasi, tata kelola sumber daya manusia, serta kesiapan kepolisian menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi materi bedah buku Police Governance di Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).

Diskusi dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., dan Dr. Riant Nugroho, M.Si.

Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan praktis kepolisian, khususnya dalam memperkuat implementasi rekomendasi KPRP di bidang tata kelola.

Jimly: Penguatan Institusi Menjadi Fondasi Tata Kelola

Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie menekankan pentingnya institution building atau pembangunan institusi dalam penguatan police governance.

Menurut Jimly, modernisasi institusi tidak semata-mata diukur dari perkembangan struktur organisasi, tetapi dari semakin kuatnya kapasitas, fungsi, efektivitas, dan akuntabilitas institusi.

“Modernisasi institusi tidak diukur dari bertambahnya struktur organisasi, tetapi dari semakin kuatnya kapasitas, fungsi, efektivitas, dan akuntabilitas institusi.”

Jimly menjelaskan bahwa struktur organisasi dapat disusun lebih sederhana sepanjang fungsi dan kapasitas kelembagaan tetap kuat.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan rekomendasi secara kontekstual dengan memperhatikan dinamika politik, kondisi kelembagaan, perkembangan sosial, serta perubahan lingkungan strategis.

Menurut Jimly, penguatan tata kelola juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar rekomendasi yang ada dapat terus dielaborasi dan memberikan kontribusi bagi penguatan institusi.

Wakapolri: Rekomendasi Diterjemahkan Menjadi Langkah Nyata

Wakapolri mengatakan buku Police Governance diarahkan bukan sekadar sebagai dokumen konseptual, tetapi sebagai bagian dari pengayaan pemikiran dalam memperkuat tata kelola dan transformasi Polri.

“Gagasan harus dijembatani dengan implementasi. Setiap rekomendasi harus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan langkah operasional yang jelas,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, setiap program transformasi perlu memiliki sasaran, indikator capaian, target, realisasi, serta dukungan anggaran yang jelas.

Dengan ukuran tersebut, pelaksanaan program dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala sehingga kebijakan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Penguatan Tata Kelola Hingga Tingkat Polsek

Wakapolri menekankan bahwa penguatan tata kelola perlu dirasakan hingga tingkat kewilayahan.

Evaluasi kebijakan secara berkala dan berjenjang hingga Polsek diperlukan untuk melihat kondisi riil implementasi di lapangan sekaligus memastikan kebijakan yang dirumuskan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penguatan kapasitas Polsek menjadi perhatian, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki karakteristik sosial dan geografis berbeda dengan wilayah perkotaan.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, penguatan kapasitas Polsek perlu disesuaikan dengan kebutuhan wilayah,” jelasnya.

Di bidang SDM, Wakapolri menekankan penguatan sistem merit dengan menjadikan hasil asesmen dan capaian kinerja sebagai bagian penting dalam penempatan maupun mutasi jabatan.

Rekomendasi KPRP Diperkaya dalam Perspektif Police Governance

Rekomendasi KPRP bidang tata kelola menjadi salah satu perspektif yang dibahas dalam kerangka Police Governance.

Pembahasan mencakup penguatan kelembagaan, efektivitas organisasi, tata kelola SDM, penyederhanaan struktur, pengukuran kinerja, kolaborasi antarlembaga, serta penguatan kapasitas kepolisian dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis.

Melalui forum tersebut, rekomendasi KPRP ditempatkan sebagai bagian dari proses dialog, pengayaan, dan pengembangan pemikiran untuk mendukung penguatan tata kelola Polri secara berkelanjutan.

Mengantisipasi Perubahan Ruang Keamanan

Dalam diskusi tersebut, Jimly juga menyoroti perkembangan konsep kedaulatan yang tidak lagi hanya berkaitan dengan wilayah darat dan laut, tetapi juga mencakup ruang udara dan ruang digital.

Perkembangan teknologi komunikasi, frekuensi, satelit, dan data membawa konsekuensi terhadap kewenangan, keamanan, serta penegakan hukum.

Hal ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan institusi kepolisian menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Dr. Riant Nugroho, M.Si., menambahkan bahwa semakin luasnya aktivitas masyarakat, pemerintahan, dan perekonomian di ruang digital menjadikan isu kedaulatan digital semakin relevan.

Menurutnya, perkembangan ruang digital dan ruang udara dapat melahirkan bidang tugas sekaligus tantangan baru bagi kepolisian, yang berkaitan dengan keamanan, komunikasi, data, perekonomian, hingga kepentingan strategis negara.

Dibawa ke Pendidikan Calon Pemimpin Polri

Wakapolri juga mendorong agar buku Police Governance disosialisasikan dan dibedah di lingkungan pendidikan Polri, khususnya Sespim.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif calon pemimpin Polri mengenai tata kelola, kepemimpinan, penguatan kelembagaan, serta tantangan kepolisian di masa depan.

Dengan mempertemukan perspektif akademik, rekomendasi kebijakan, dan pengalaman implementasi, Police Governance diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran dan penguatan tata kelola Polri secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, penguatan police governance diarahkan untuk membangun institusi yang semakin adaptif, profesional, efektif, dan akuntabel, sekaligus mampu mengikuti perkembangan masyarakat dan menjawab tantangan zaman.

Polsek Dimembe Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan dengan Sajam di Desa Kolongan, Korban Jalani Perawatan Medis

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Personel Polsek Dimembe mengamankan seorang pria berinisial A.W. (20), yang diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam di Desa Kolongan, Jaga V, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 23.45 WITA.

Dalam peristiwa tersebut, seorang remaja laki-laki berinisial Y.K.S. (17), warga Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, mengalami luka akibat senjata tajam dan mendapatkan penanganan medis di RS Sentra Medika.

Peristiwa itu terjadi saat berlangsung acara ulang tahun anak di rumah keluarga di Desa Kolongan. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian sejumlah orang yang hadir dalam acara tersebut sempat mengonsumsi minuman keras.

Berdasarkan keterangan saksi pertama, Jimi Leonardo Tinentang (23), sekitar pukul 23.45 WITA dirinya sedang bergoyang bersama terduga pelaku yang berada di belakangnya. Saat menoleh, saksi melihat terduga pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis badik dengan mengarah ke bagian perut sebanyak satu kali. Korban kemudian berlari meninggalkan lokasi acara.

Sementara itu, saksi kedua, Rendi Bawentik (24), menerangkan bahwa dirinya sedang berada di dalam rumah untuk makan ketika mendapat informasi telah terjadi penganiayaan di luar rumah. Saat keluar, saksi melihat terduga pelaku sedang ditahan oleh rekan-rekannya.

Saksi ketiga, Fernandi Mogot (20), mengungkapkan bahwa dirinya bertemu dengan korban yang berlari dari lokasi kejadian dan mengatakan telah terkena tikaman. Saksi kemudian membawa korban ke RS Sentra Medika untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan keterangan medis dari dr. Ritchie R., korban mengalami luka tusuk pada bagian perut serta luka pada telapak tangan kiri dan jari telunjuk. Saat ini korban masih menjalani penanganan medis di RS Sentra Medika.

Personel Polsek Dimembe yang tiba di sekitar lokasi kejadian kemudian mengamankan terduga pelaku. Saat diamankan, terduga pelaku juga diketahui berada dalam keadaan telah mengonsumsi minuman keras.

Peristiwa tersebut diduga dipicu perselisihan antara korban dan terduga pelaku ketika berada di acara tersebut. Dugaan keterlibatan konsumsi minuman keras menjadi salah satu hal yang perlu didalami lebih lanjut dalam penanganan perkara.

Kapolres Minut AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K melalui Kasi Humas Iptu Steven Surentu mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, menghindari perselisihan, serta tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selasa, 22 September 2026

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Sulut Gelar Apel Bersama

MANADO, Humas Polda Sulut - Ditlantas Polda Sulut memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pada 22 September 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang pengabdian Polantas sekaligus mendorong transformasi pelayanan lalu lintas yang semakin modern, profesional, humanis dan berbasis teknologi.

Mengusung tema “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya peningkatan keselamatan, kualitas pelayanan, kepatuhan masyarakat serta kepercayaan publik.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Yudi Kristanto saat memimpin Apel Bersama di halaman Ditlantas Polda Sulut, Selasa (22/9/2026) pagi mengatakan, tantangan lalu lintas saat ini terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya pola transportasi.

“Transformasi Polantas harus bergerak dari responsif menuju prediktif, dari orientasi kegiatan menuju orientasi dampak, serta dari pendekatan konvensional menuju pelayanan modern berbasis teknologi dan data,” ujar Kombes Pol Yudi Kristanto.

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk membangun pelayanan yang semakin dekat, cepat, akuntabel dan dapat dipercaya masyarakat. Namun, perkembangan teknologi tetap harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia, integritas dan sikap humanis dalam memberikan pelayanan.

“Teknologi adalah alat, manusia adalah tujuan. Teknologi tidak boleh menjauhkan Polantas dari masyarakat. Justru teknologi harus membuat pelayanan semakin dekat, semakin cepat, semakin transparan dan semakin responsif,” katanya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Yudi Kristanto menyampaikan, berbagai kegiatan sosial telah dilaksanakan oleh jajaran Korlantas dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

“Dalam merayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, ada beberapa kegiatan yang sudah ditetapkan oleh Korlantas untuk kita laksanakan di tingkat jajaran. Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi bakti sosial, bakti kesehatan, lomba polisi cilik (Pocil), olahraga bersama dengan stakeholder dan masyarakat sekitar, pameran Kepolisian Lalu Lintas, serta penyelenggaraan pasar murah. Seluruh program ini dihadirkan dengan tujuan mendekatkan diri kepada warga serta memberikan dampak positif yang nyata," ujarnya.

Lebih jauh, Kombes Pol Yudi Kristanto menegaskan bahwa ke depan, fokus utama kepolisian lalu lintas bukan lagi sekadar penegakan hukum atau memperbanyak penindakan tilang. Dirlantas Polda Sulut menaruh harapan besar agar angka kecelakaan lalu lintas terus mengalami penurunan.

“Harapan ke depan, kita tidak mengejar penegakan hukum atau banyak-banyak menilang, tetapi harapan kita masyarakat di jalan raya ini selamat, angka kecelakaan menurun. Ditlantas di sini bekerja untuk kehidupan, untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Ditlantas Polda Sulut Gelar Syukuran Sederhana dan Doa Bersama Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

MANADO, Humas Polda Sulut - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Utara menggelar syukuran sederhana dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Kegiatan berlangsung di Aula Ditlantas Polda Sulut, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Yudi Kristanto, Wadir Lantas, para Kasubdit, serta seluruh personel Ditlantas Polda Sulut.

Syukuran diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat pengabdian personel Ditlantas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Yudi Kristanto. Dalam kesempatan tersebut, Dirlantas Polda Sulut juga menyerahkan tali asih kepada anak-anak dari Panti Asuhan Victory Harapan Kasih dan Panti Asuhan Nurul Hidayah Sea.

Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Yudi Kristanto mengatakan, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara menjadi momentum bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ini kita jadikan momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan lalu lintas yang semakin baik, humanis dan profesional kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Yudi Kristanto.

Ia juga menyampaikan bahwa tugas lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga diperlukan kepatuhan terhadap aturan dan budaya tertib berlalu lintas,” katanya.

Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, pemberian tali asih kepada anak-anak panti asuhan diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi dalam momentum peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Kegiatan berlangsung sederhana, penuh kebersamaan dan ditutup dengan ramah tamah antara pimpinan dan seluruh personel Ditlantas Polda Sulut.

Kasi Humas Polres Minut Bagikan Stiker dan Sampaikan Himbauan Pencegahan Karhutla kepada Warga

AIRMADIDI, Humas Polres Minut - Selasa, 22 September 2026, Kasi Humas Polres Minahasa Utara IPTU Steven Surentu bersama anggota melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan membagikan stiker serta memberikan himbauan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kapolres Minut AKBP Antonius F. Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K melalui IPTU Steven Surentu mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan ke call center 110 /kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan. Kesadaran serta peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama," ujar IPTU Steven Surentu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla dan turut berperan aktif dalam upaya pencegahannya demi menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Minahasa Utara. 

Polsek Dimembe Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan dengan Botol Bir di Tatelu Rondor

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Personel Polsek Dimembe mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang laki-laki di Desa Tatelu Rondor, Jaga I, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.

Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami luka di bagian kepala, wajah, dan pergelangan tangan kiri. Korban kemudian dilarikan ke RS Maria Walanda Maramis untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian bermula ketika korban, Wilfraen Paneghaneng (37), bersama sejumlah rekannya menghadiri acara pernikahan di Desa Tatelu Rondor sejak Minggu (20/9/2026) malam. Saat berada di lokasi, korban dan rekan-rekannya diketahui mengonsumsi minuman keras.

Sekitar pukul 00.50 WITA, korban bersama dua rekannya, yakni Fernando Lumentung dan Hendra Derek alias Enda, menuju mobil yang terparkir sekitar 30 meter dari lokasi acara dengan maksud membeli rokok.

Saat berada di dalam mobil, terduga pelaku, DP (32), datang sambil membawa botol minuman bir. Setelah sempat berbicara dengan saksi Enda, terduga pelaku berpindah ke sisi mobil tempat korban duduk dan diduga langsung melakukan penganiayaan menggunakan botol tersebut.

Terduga pelaku juga diduga memukul korban menggunakan tangan. Saksi Enda sempat berupaya menghentikan tindakan tersebut, namun terduga pelaku justru mengancamnya sehingga saksi menjauh dari lokasi.

Rekan-rekan korban bersama masyarakat kemudian mengamankan situasi dan membawa korban ke RS Maria Walanda Maramis untuk mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan keterangan medis dari dr. Cathy, korban mengalami sejumlah luka robek pada bagian pelipis, kepala sebelah kanan, serta pergelangan tangan kiri. Saat ini, korban masih menjalani penanganan medis di rumah sakit.

Sementara itu, personel Polsek Dimembe mengamankan terduga pelaku di sekitar lokasi kejadian. Saat diamankan, terduga pelaku juga diketahui berada dalam kondisi mengonsumsi minuman keras.

Berdasarkan informasi awal, penganiayaan tersebut diduga dipicu persoalan kecemburuan yang kemudian berujung pada perselisihan. Namun, penyebab pasti kejadian masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan, serta menyelesaikan setiap permasalahan dengan kepala dingin dan tidak menggunakan kekerasan.

Polsek Dimembe terus melakukan penanganan terhadap peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Senin, 21 September 2026

Polres Minut Bersama TNI, Pemkab dan Relawan Terus Berjibaku Padamkan Karhutla di Kawasan Wisata Kaki Dian

AIRMADIDI, Humas Polres Minut – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), masih terus dilakukan hingga Minggu (20/9/2026). Kobaran api yang muncul di empat titik sekaligus terus merambat di tengah cuaca panas dan kondisi vegetasi yang kering akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El NiƱo.

Mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, AWC Brimob Polda Sulawesi Utara, Dinas Kehutanan, pemerintah kelurahan, serta relawan dan masyarakat setempat melaksanakan upaya penanganan secara terpadu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil pemadam kebakaran Pemkab Minut bersama kendaraan bantuan dari Kodim Bitung terlihat bolak-balik mengambil dan mengangkut air untuk mendukung proses pemadaman. Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran api yang menjalar di kawasan tersebut.

Meski menghadapi medan yang berat, cuaca panas, serta kelelahan setelah bekerja sejak siang hingga malam, personel gabungan tetap melanjutkan upaya pemadaman. Banyaknya titik api dan luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mengendalikan kebakaran secara menyeluruh.

Kabag Ops Polres Minut, AKP D. Rungkat, mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan sekitar 30 personel untuk membantu proses pemadaman kebakaran di kawasan Kaki Dian.

Menurutnya, penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

“Kolaborasi dan gotong royong, kami dari unsur Polri dan TNI serta relawan, Damkar, BPBD, Dinas Kehutanan, AWC Brimob Polda Sulut dan Pemerintah Kelurahan serta masyarakat ikut serta dalam rangka memadamkan kebakaran hutan di Kaki Dian. Kita berkolaborasi semuanya setelah menerima informasi,” ujar Rungkat.

Terkait penyebab kebakaran, Rungkat menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui faktor yang memicu munculnya api.

“Penyebabnya kami belum telusuri lebih mendalam karena ini mungkin iklim panas yang berkepanjangan. Kami turunkan sekitar 30 orang anggota Polres karena titik api menyebar,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan agar tidak memasuki lokasi kebakaran demi keselamatan bersama. Hal ini mengingat api masih menyebar dan kondisi medan di kawasan tersebut cukup berbahaya.

Upaya pemadaman dan pengendalian karhutla terus dilakukan oleh petugas gabungan. Masyarakat diharapkan tetap waspada, mematuhi imbauan petugas, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.