Kamis, 07 Juni 2018

Bertindak selaku Pimpinan Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Samrat 2018, Wakapolres Minut bacakan Amanat Kapolri



Tribratanewsminut, Airmadidi Persiapan menyambut lebaran 2018, Polres Minut yang dipimpin oleh Wakapolres Minut Kompol Moh S. Monoarfa S.Sos menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Samrat 2018 yang dilaksanakan pada hari Rabu (6/6) pukul 08.00 wita. Apel gelar pasukan ini mengusung tema “Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman”.

Sesuai dalam tema pada apel tersebut, Polres Minut juga mengundang instansi terkait. Adapun instansi terkait yang hadir dalam apel tersebut yakni mewakili Bupati Minut Asisten 1, Ketua DPRD Minut, mewakili Dandim 1310 Bitung Danramil Airmadidi, para SKPD Minut, Basarnas, para Kabag, Kasat, Perwira serta Kapolsek Jajaran.

Apel gelar pasukan diawali dengan pemeriksaan pasukan dan kendaraan yang akan digunakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Samrat 2018. Kemudian penyematan pita kepada 3 orang perwakilan sebagai tanda bagi personil yang melaksanakan Operasi Ketupat Samrat 2018.

Selanjutnya Wakapolres membacakan amanat dari Kapolri. Dalam amanat tersebut Kapolri menyampaikan Operasi Ketupat kali ini diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda Jajaran selama delapan belas hari yang dimulai dari tanggal 7 s\d 24 Juni 2018 dan melibatkan sejumlah 173.397 personel gabungan.

Kemudian Kapolri menekankan dalam pelaksanaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai.

Yang pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Karena pada saat menjelang lebaran, banyak kelompok kartel atau mafia yang memanfaatkan momen ini untuk menimbun bahan pangan sehingga terjadi kelangkaan dan harga menjadi tidak stabil.

Kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Untuk mengantisipasi hal ini, sudah dibuat 3.097 pos pengamanan, 1.112 pos pelayanan, 7 pos terpadu, dan 12 pos check point yang tersebar di seluruh Polda Jajaran.

Ketiga yang harus diantisipasi adalah bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis. Untuk ini diharapkan kepada para Kasatwil bekerja sama dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya bisa mengantisipasi kerawanan ini.

Keempat adalah ancaman tindak pidana terorisme. Guna mengantisipasi hal ini, Kapolri menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan deteksi kegiatan intelijen yang diimbangi dengan upaya menegakkan hukum.

Terakhir Wakapolres menyampaikan terima kasih atas kesediaan dari seluruh instansi yang hadir dalam apel tersebut untuk mau bekerja sama dalam mengamankan jelang perayaan Lebaran Idul Fitri 1439 H. Wakapolres berharap di lapangan nanti anggota kepolisian bersama dengan instansi terkait mampu bekerja sama dengan baik.

“Saya berharap kepada seluruh yang terlibat dalam operasi ini, untuk mampu bekerja sama dengan baik sehingga mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman jelang lebaran Idul Fitri 1439 H.” Tutup Monoarfa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar anda disini